Berita Cilacap

Kapolres Cilacap Klaim Tak Ada Antrean Minyak Goreng Curah dan Kemasan Jelang Ramadan

Satgas Pangan Kabupaten Cilacap memastikan bahwa ketersediaan minyak goreng di Cilacap menjelang Ramadan masih aman.

tribunbanyumas/pingky
Kapolres Cilacap AKBP Eko Widiantoro dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Cilacap, Umar Said menjelaskan mengenai ketersediaan bahan pokok dalam konferensi pers di Mapolres Cilacap. Kamis (31/3/2022). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Satgas Pangan Kabupaten Cilacap memastikan bahwa ketersediaan minyak goreng di Cilacap menjelang Ramadan masih aman.

Menurut pantauan dari Satgas Pangan Kabupaten Cilacap, ketersediaan minyak goreng di distributor baik minyak goreng kemasan maupun curah masih aman.

Total stok minyak goreng ada 2.484.064 liter, sedangkan kebutuhan minyak goreng masyarakat Cilacap perbulannya yaitu sebanyak 2.377.094 liter.

Baca juga: Mau Suntik Vaksin Booster, Nenek di Purbalingga Dapat Hadiah dari Ganjar

Kapolres Cilacap, AKBP Eko Widiantoro dalam konferensi pers mengatakan bahwa saat ini di wilayah Cilacap tidak ada kesulitan dan tidak ada antrean untuk mendapatkan minyak goreng.

"Untuk mendapatkan minyak saat ini di wilayah Cilacap tidak ada kesulitan.

Antrean juga tidak ada sampai hari ini.

Jadi masyarakat sudah bisa membeli sesuai dengan kebutuhan mereka," kata AKBP Eko Widiantoro. Kamis (31/3/2022).

Baca juga: Ketetapan Pemerintah: Puasa Ramadan Mulai Minggu 3 April 2022

Kapolres juga menuturkan bahwa beberapa waktu lalu Tim Satgas Pangan Kabupaten Cilacap sempat mengecek ketersediaan minyak goreng bersama Bupati Cilacap di beberapa distributor.

"Ketersediaan minyak goreng tercukupi, beberapa waktu lalu bersama Bupati juga melakukan sidak di beberapa distributor yang ada di Cilacap.

Di distributor barang tersebut benar-benar ada dan mencukupi hingga bulan puasa dan Idulfitri nanti," tuturnya.

Baca juga: Warga Kendal Serbu Pasar Relokasi Weleri, Berburu 1.645 Paket Sembako Senilai Rp 50 Ribu

Selain minyak goreng, bahan pangan lain yang stoknya masih aman antara lain beras, gula pasir, daging sapi, daging ayam, telur, dan terigu.

Seperti yang diketahui, bahwa menjelang puasa atau lebaran akan terjadi lonjakan harga bahan pokok.

Namun demikian, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Cilacap, Umar Said menuturkan bahwa untuk Ramadan 2022 harga kebutuhan pokok masyarakat masih cukup stabil.

Baca juga: Berikut Daftar Harga BBM di SPBU Pertamina di Pulau Jawa Pasca-kenaikan Harga Pertamax

Hanya ada 3 komoditas yang mengalami kenaikan harga yaitu daging ayam, telur ayam, dan juga gula pasir.

Ketiga bahan pokok tersebut mengalami kenaikan di bawah 10 persen dan dirasa masih aman.

"Untuk di Cilacap kenaikan harga kebutuhan pokok hanya terjadi pada 3 komoditas saja, dan dirasa masih aman karena kenaikan harga masih di bawah 10 persen, yaitu daging ayam, telur ayam, dan gula pasir," kata Umar Said.

Untuk harga ketiga komoditas yang mengalami kenaikan di pasaran saat ini yaitu daging ayam dibanderol Rp 37.000 perkilogram, telur ayam Rp 20.000 perkilogram, dan gula pasir Rp 14.000 perkilogram.

Baca juga: Jalur Menuju Golaga Bakal Mulus. Pemkab Purbalingga Berencana Perbaiki Jalan Karangreja-Kutabawa

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak melalukan panic buying, dan tidak perlu khawatir bahwa akan terjadi kelangkaan minyak goreng lagi.

Pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan distributor-distributor di Cilacap untuk penambahan-penambahan stok mana kala terjadi kekurangan stok di masyarakat.

"Pemerintah akan terus berupaya dan melakukan pembenahan-pembenahan agar sesuatu yang dikhawatirkan tidak akan terjadi," katanya.

Baca juga: Polytron Perkenalkan Motor Listrik Evo: Dijual Rp 28 Juta, Punya Kecepatan hingga 60 Km/Jam

Selanjutnya, pihaknya bersama Kapolres Cilacap akan terjun langsung ke pasar tradisional untuk mengecek barang, karena selama ramadan marak ditemukan makanan kedaluwarsa.

"Kita akan mengajak Pak Kapolres untuk terjun ke pasar-pasar tradisional, biasanya yang menjual banyak makanan kedaluwarsa di pasar tradisional," imbuhnya.

Umar Said juga meminta masyarakat khususnya pedagang untuk lebih waspada dalam bertransaksi, pasalnya sudah terjadi peredaran uang palsu di wilayah Cilacap.(*)

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved