Berita jateng

Pengentasan Kemiskinan di Jateng, Pemerintah Gandeng Komite Ekonomi Kreatif, Seperti Apa?

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng keterlibatan Komite Ekonomi Kreatif dalam pengembangan program desa dampingan.

IST
berita jateng 05032022_946 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Program pengentasan kemiskinan disadari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak akan tuntas tanpa mempertimbangkan keberlangsungan ekonomi jangka panjang masyarakat miskin. Karenanya, pada tahun 2022 ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng keterlibatan Komite Ekonomi Kreatif dalam pengembangan program desa dampingan.

Baca juga: Tercemar Limbah, Air Sumur Warga Simbangkulon Pekalongan Berwarna Merah Kehitaman

“Saya berharap bantuan-bantuan kita tidak bersifat bangunan saja, atau infrastruktur saja ya. Tapi bagaimana membuat ekonomi kreatif. Masyarakat itu (bisa) memiliki potensi income yang kontinyu,” tutur Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai memimpin Rapat Evaluasi Desa Dampingan 2021 dan Rencana Pelaksanaan Desa Dampingan 2022 di Gradhika Bhakti Praja, Jumat (04/03/2022).

berita jateng 05032022_947
berita jateng 05032022_947 (IST)

Sebanyak 83 desa yang didampingi, nantinya akan dilakukan assesment oleh Komite Ekonomi Kreatif. Tujuannya untuk mengetahui dan memetakan potensi ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusianya.

“Kita suruh meninjau di 83 desa. Nanti dipetakan. Yang bisa ada potensinya daerah mana. Saya yakin ngga’ semua 83 desa dampingan yang didampingi kawan-kawan OPD memiliki potensi anak-anak muda yang bisa diarahkan kesana,” katanya.

berita jateng 05032022_948
berita jateng 05032022_948 (IST)

Kehadiran Komite Ekonomi Kreatif dalam pengembangan program desa dampingan, diharapkan bisa menjadi daya ungkit ekonomi baru di desa-desa yang didampingi. Antara lain membantu masyarakat dalam mengembangkan potensi desa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“(Misalnya) UKM-UKM yang saat ini tumbuh ternyata masih kendalanya pemasaran. Mereka nggak punya pasar. Atau, mungkin pemilik UKM tidak punya orang ahli dalam berbahasa Inggris. Ini nanti dari desa-desa dampingan ini, kita nanti mungkin bisa menemukan hal-hal baru. Bisa kita link-kan kepada para pelaku UKM di Jateng,”

Baca juga: Ganjar Minta Seluruh Daerah Replikasi Program Pengentasan Kemiskinan Satu OPD Satu Desa Dampingan

Baca juga: Kapolres Banjarnegara Jemput Nuzailla, Bocah 17 Bulan Penderita Tumor Mata Sebesar Bola Tenis

Taj Yasin mengaku terinspirasi dengan ekonomi kreatif yang tercipta di perusahaan obat tradisional dan kosmetik, saat dirinya melakukan kunjungan kerja di Cilacap. Perusahaan tersebut tidak terdampak pandemi covid - 19 karena mampu menggerakkan ekonomi kreatif melalui pemberdayaan masyarakat dan digital marketingnya.

“Saya melihat kemarin ketika kita melakukan kunjungan dan peresmian salah satu UKM di bidang obat tradisional dan kecantikan, itu mereka bisa membuat marketplace. Kawan-kawan di daerah bisa diberi pekerjaan untuk menjadi pemasar. Itu bisa dilakukan nanti , juga tidak menutup kemungkinan, karena kawan-kawan parekraf ini juga menentukan desa-desa yang bisa kita dorong kesana. Sehingga mereka (masyarakat) bisa dapat pekerjaan,” urai dia

Dengan menciptakan ekonomi kreatif, Taj Yasin optimis akan menumbuhkan potensi income yang kontinyu bagi masyarakatnya. Sehingga, kesejahteraan masyarakat di di desa-desa miskin akan meningkat.(*)

Baca juga: Sidang Kasus Korupsi Bupati Nonaktif Banjarnegara: Kisah Sopir yang Ditunjuk Jadi Direktur

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved