Selasa, 5 Mei 2026

Berita Banjarnegara

Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara Berubah, Kok Bisa?

Terjadi perubahan hari jadi yang menyebabkan usia Kabupaten Banjarnegara bertambah 260 tahun.

Tayang:
tribunbanyumas/aqy
Kirab pusaka peringatan hari jadi Banjarnegara di pendopo Banjarnegara, Sabtu (26/2/2022) 

22 Agustus 1831 yang selama ini diperingati sebagai Hari Jadi Banjarnegara ternyata menandai kekuasaan Belanda secara administratif yang mulai berlaku di wilayah Banjarnegara.

Perubahan hari jadi menjadi 26 Februari lebih memiliki landasan sejarah nasionalisme yang kuat.

Ini dilatarbelakangi peristiwa pada Babad Banyumas ketika Raden Joko Kaiman yang diangkat oleh Sultan Panjang menjadi Adipati dengan gelar Adipati Wirasaba IV menggantikan mertuanya.

Senin Pon 1 Syawal 978 Hijriah bertepatan dengan 26 Februari 1571, setelah menobatkan menantu Adipati Wirasaba, yaitu Raden Joko Kaiman, Sultan Pajang membagi wilayah Kadipaten Wirasaba menjadi 4 Kadipaten.

Yakni meliputi Kadipaten Banyumas, Kadipaten Pamerden, Kadipaten Wirasaba, dan Kadipaten Banjar Petambakan (Banjarnegara).

Bersamaan dengan pembagian wilayah tersebut, Raden Joko Kaiman mendapatkan gelar Adipati Mrapat (mara papat : membagi empat).

Usai rapat paripurna, dilaksanakan launching lambang daerah oleh Plh Bupati Banjarnegara, Syamsudin disaksikan Ketua DPRD Banjarnegara.

Ini sekaligus menandai peresmian logo baru Kabupaten yang berbeda dengan sebelumnya.

Yang membedakan dengan logo sebelumnya, pada logo baru ini ada ikon Candi Arjuna serta warna latar belakang logo hijau segar.

Ismawan mengatakan, peringatan hari jadi ini diharapkan bisa meningkatkan spirit juang warga Banjarnegara.

"Kita ada kewajiban merawat semangat juang," katanya.(*)

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved