Konflik Wadas

Pasca-Konflik di Wadas Purworejo, Pemerintah Pastikan Pengukuran Lahan Jalan Terus

"Pengukuran akan tetap dilanjutkan dengan pendampingan dan pengamanan terukur," kata Mahfud MD

IST
berita jateng 09022022_1638 

TRIBUNBANYUMAS.COM,PURWOREJO- Konflik kembali pecah di Desa Wadas, Bener, Purworejo pada Selasa (8/2/2022).

Sebelumnya, konflik antara warga dengan aparat kepolisian terjadi di desa ini beberapa waktu yang lalu.

Seperti diketahui, lahan desa ini akan dijadikan tambang batuan andesit untuk keperluan pembangunan Bendungan atau Waduk Bener yang lokasinya tidak jauh dari lokasi.

Namun demikian, ada sejumlah warga yang tidak ingin lahannya dijadikan tambang, hingga terjadi gesekan.

Kericuhan terjadi pada Selasa kemarin ketika petugas dari Badan Petanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan pengukuran lahan.

Baca juga: Pengerahan Pasukan Besar-besaran ke Desa Wadas Purworejo Dikecam, Ini Alasan Polda Jateng

Baca juga: Konflik Wadas: Cuitan Putri Gus Dur Menohok

Petugas pengukuran dikawal banyak personel kepolisian.

Namun demikian, keributan terjadi saat proses pengukuran.

Kepolisian mengklaim keributan terjadi antara warga yang pro dan kontra penambangan lahan masyarakat.

Hingga akhirnya, polisi membawa sejumlah orang ke Kantor Polres Purworejo agar situasi kondusif.

Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Mahfud MD menuturkan bahwa pengukuran lahan oleh BPN akan tetap dilanjutkan.

"Pengukuran akan tetap dilanjutkan dengan pendampingan dan pengamanan terukur," kata Mahfud saat memberikan keterangan pers di Jakarta, dilansir dari tayangan langsung Kompas TV, Rabu (9/2/2022).

Baca juga: Menkopolhukam Sebut Ada Gesekan Antar-Warga Pro dan Kontra Pembangunan Waduk Bener

Baca juga: Mahfud MD: Ada yang Framing Kejadian di Wadas, Silakan Cek, Terbuka untuk Siapa Saja

Namun demikian, lanjutnya, pendampingan yang dlakukan harus melalui pendekatan persuasif dan dialogis dengan masyarakat.

Mahfud menerangkan bahwa rencana pembangunan Bendungan atau Waduk Bener merupakan program pemerintah pusat dan merupakan satu proyek strategis nasional (PSN) di Purworejo.

Dikatakan, bendungan ini akan mengairi sawah seluas 15.000 hektare, pengadaan sumber air baku, listrik, dan mengatasi banjir.

"Jadi bendungan ini pada dasarnya untuk kepentingan rakyat.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved