Breaking News:

Berita Sragen

Banyak Kasus Petani Tewas Akibat Jebakan Tikus, Mantan Bupati Sragen Minta Gropyokan Diaktifkan Lagi

Puluhan petani di Sragen meregang nyawa, dalam beberapa waktu terakhir, akibat jebakan tikus listrik di sawah.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
Istimewa
ILUSTRASI. Warga dan Babinsa Koramil 09/Kawunganten melaksanakan gropyok tikus serentak, Minggu (12/1/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN – Puluhan petani di Sragen meregang nyawa, dalam beberapa waktu terakhir, akibat jebakan tikus listrik di sawah.

Terkait kondisi ini, mantan Bupati Sragen Untung Wiyono, mengajak petani kembali menggalakkan gropyokan tikus.

Kasus terbaru petani meninggal akibat jebakan tikus di sawah dialami Hadi Sukarno (65), petani asal Dukuh Kayen, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Sragen.

Hadi ditemukan meninggal tersengat aliran listrik jebakan tikus di sawah pada Rabu (5/1/2022).

Pada akhir Desember 2021 lalu, kejadian serupa juga menimpa Lastri Retno Purwanto (64), warga Dukuh Tanjang, Desa Kedungupit, Kecamatan Sragen Kota, Sragen.

Baca juga: Presiden Jokowi Tiba-tiba Muncul di Pasar Gemolong Sragen, Bagikan Sembako dan BLT Rp 1,2 Juta

Baca juga: Cerita Pilu Akibat HIV/AIDS di Sragen: 20 Ibu Hamil Harus Minum ARV, Bocah 8 Tahun Ditolak Keluarga

Baca juga: Gara-gara Aplikasi PeduliLindungi, Warga Sragen Harus Tunjukkan Setifikat Vaksin saat Urus KTP

Baca juga: Warga Klandungan Sragen Pingsan, Tertimpa Pohon Tumbang saat Melintas di Jalan Gandrung

Lastri yang merupakan mertua anggota DPRD Sragen, Heru Waluyo, meninggal di sawah di Dukuh Gerdu, Desa Pulangsari, Kecamatan Ngrampel, Sragen, Jumat (31/12/2021).

Terkait runtutan peristiwa nahas ini, mantan Bupati Sragen Untung Wiyono menyayangkan lantaran banyak petani memilih memasang jebakan tikus menggunakan aliran listrik daripada mencoba cara lain.

Untung pun meminta petani menghentikan pemasangan jebakan tikus beraliran listrik. Meski efektif, jebakan ini malah membahayakan nyawa pemilik sawah dan orang lain.

Dia pun meminta petani kembali menggalakkan gropyokan tikus, yang digiatkan di era kepemimpinannya dulu, untuk memberantas hama tikus.

"Saya merekomendasikan solusi yang aman dan ramah lingkungan, lewat cara menggencarkan kembali gerakan gropyokan tikus," ujar Untung, Kamis (6/1/2021).

Ia meminta dinas terkait menggerakkan kelompok tani atau petani untuk mengaktifkan kegiatan gropyokan. Gropyokan harus dilakukan serentak di semua wilayah.

"Gropyokan ini gerakan yang efektif karena bisa membasmi hama tikus dari yang kecil sampai yang besar."

"Hanya saja, memang harus dilakukan serentak di semua wilayah. Jangan parsial karena kalau hanya sebagian, nanti bisa bermigrasi ke wilayah lain," jelasnya.

Untung meminta seluruh pihak, baik pemerintah desa, ASN, seluruh masyarakat bersinergi mengaktifkan gropyokan. (*)

Baca juga: Pemkab Banyumas Luncurkan Perumahan Moderasi Beragam, Bakal Jadi Kampung Percontohan Hidup Toleran

Baca juga: Pemuda di Banyumas Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Setubuhi Gadis di Bawah Umur sejak 2021

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 6 Januari 2022: Rp 977.000 Per Gram

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved