Breaking News:

Berita Semarang

Joki Vaksin Ditemukan di Puskesmas Manyaran Kota Semarang, Terungkap saat Cek KTP dan Fisik Berbeda

Aksi perjokian penerima vaksinasi Covid-19 ditemukan di Puskesmas Manyaran, Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat, Senin (3/1/2021).

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Aksi perjokian penerima vaksinasi Covid-19 terjadi di Kota Semarang.

Tepatnya, di Puskesmas Manyaran, Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat, Senin (3/1/2022) sekira pukul 10.30 WIB.

Seorang perempuan joki berinisial DS (41), mendatangi puskesmas tersebut berbekal KTP milik orang lain.

Lantaran kejelian petugas medis, aksi itu berhasil digagalkan.

"Iya, ada seorang perempuan hendak vaksin tapi ketika petugas puksesmas melakukan screening, ditemukan perbedaan identitas dan fisik," terang Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar saat konferensi pers di Kantor Polrestabes Semarang, Rabu (5/1/2022).

Baca juga: Laga Perdana Lawan Persija di Bali, Lima Pemain Pilar PSIS Semarang Dipastikan Absen, Ini Kata Liluk

Baca juga: Satu Keluarga di Kota Semarang Terpapar Covid-19, Seusai Liburan Natal

Baca juga: Sekolah di Kota Semarang Boleh Gelar PTM Full Day, Tapi Ini Syaratnya

Baca juga: Kasus Covid Turun tapi Kota Semarang Kembali Berstatus Level 2 PPKM, Ini Alasannya

Petugas yang curiga lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Semarang Barat.

Polisi yang mendatangi tempat kejadian lalu melakukan penyelidikan.

Hasilnya, Perempuan berinisial DS (41), warga Kuningan, Semarang Utara, mengakui memang menjadi joki.

Ia disewa seorang perempuan berinisial CL (37), warga Griya Beringin Asri, Wonosari, Kecamatan Ngaliyan.

"Petugas lalu mengamankan CL dan DS. Perkembangan selanjutnya, kami juga ikut mengamankan IO (47) sebagai perantara," papar Irwan.

Ketiga perempuan telah diamankan pihak kepolisian. Mereka terancam Pasal 14 ayat 1 UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Penyakit Wabah Menular junto Pasal 53 ayat 1 KUHP.

Ancaman hukuman selama 1 tahun.

"Namun, kasus itu berakhir mediasi sebab peristiwa itu belum terjadi. Pelaku CL juga akhirnya mau divaksin," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved