Rabu, 3 Juni 2026

Berita Jawa Tengah

BKKBN Punya Aplikasi Elmisil, Tiga Bulan Sebelum Nikah Bakal Diperiksa, Ini Kata Ganjar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung aplikasi elektronik siap nikah dan hamil (elmisil) yang digagas oleh BKKBN RI.

Tayang:
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Peluncuran Pendampingan, Konseling dan Pemeriksaan Kesehatan dalam 3 Bulan Pranikah Sebagai Upaya Pencegahan Stunting dari Hulu Kepada Calon Pengantin, di Pendopo Gede Boyolali, Rabu (29/12/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BOYOLALI - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendukung aplikasi elektronik siap nikah dan hamil (elmisil) yang digagas BKKBN RI.

Sejalan dengan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng, satu tujuan dari aplikasi ini adalah pencegahan stunting.

Hal itu disampaikan Ganjar seusai menghadiri Peluncuran Pendampingan, Konseling, dan Pemeriksaan Kesehatan dalam 3 Bulan Pranikah Sebagai Upaya Pencegahan Stunting dari Hulu Kepada Calon Pengantin, di Pendopo Gede Boyolali, Rabu (29/12/2021).

Baca juga: Ganjar Sebut Anak Jalanan Juga Harus Diperhatikan, Ikutkan Program Vaksinasi

Baca juga: Sambangi Gereja Katolik St Theresia Bongsari Semarang, Ganjar Terkesima Lihat Empat Tubuh Manusia

Baca juga: Sambangi Asrama Pelajar dan Mahasiswa Papua di Semarang, Ganjar Makan Papeda Kuah Kuning

Baca juga: Ganjar Dampingi Jokowi Resmikan Bendungan Pidekso Wonogiri: Bisa Jadi Wisata Menarik

“BKKBN punya program bagus, tiga bulan mereka sebelum menikah diperiksa, wabil khusus calon pengantin putri,” kata Ganjar.

Pemeriksaan dalam program ini mencakup kadar hemoglobin, lingkar lengan, hingga tinggi badan, serta kesehatan secara menyeluruh dari calon pengantin (catin) putri.

Sementara untuk catin putra, pemeriksaan melingkupi beberapa aspek kesehatan, salah satu yang jadi fokus adalah kebiasaan merokok.

“Yang merokok ya kalau bisa berhenti merokoknya paling nggak tiga bulan."

"Sehingga nanti pada saat berproses, mereka semuanya bulan madu insya Allah bayinya akan sehat,” ujarnya.

Pada acara tersebut Ganjar sempat berdialog dengan sejumlah pasangan yang sedang ikut dalam program tersebut.

Beberapa di antara mereka, akan melangsungkan pernikahan pada 2022.

“Ada juga yang sudah terlanjur, pekan depan sudah mau menikah."

"Ya nggakpapa, tetap kita periksa karena ini baru kita mulai,” ujarnya.

Ganjar menegaskan, dengan program dan aplikasi ini diharapkan pemerintah bisa melakukan lebih banyak intervensi pengendalian stunting.

Termasuk, edukasi untuk tidak menikah di usia muda.

Ganjar mengatakan, kesiapan mental juga jadi satu faktor terjadinya stunting.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved