Breaking News:

Berita Banyumas

Longsor Kecil Mulai Terjadi, BPBD Banyumas Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Hujan deras yang mengguyur Banyumas akhir-akhir ini mengakibatkan longsor di beberapa titik di wilayah tersebut.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Titik Puji Astuti saat ditemui wartawan, 4 April 2021. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Hujan deras yang mengguyur Banyumas akhir-akhir ini mengakibatkan longsor di beberapa titik di wilayah tersebut.

Meski masih berskala kecil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas meminta warga meningkatkan kewaspadaan.

Bahkan, tidak hanya longsor, beberapa waktu lalu, Banyumas sempat diguncang gempa bumi dengan magnitudo kecil.

"Tidak ada laporan dampak terkait adanya gempa. Justru, yang mesti kita lebih waspadai adalah potensi longsor yang mulai terjadi," ujar Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Banyumas Titik Puji Astuti, Jumat (29/10/2021).

Baca juga: Ada Potensi di Timur Tengah, Pengusaha Jamu Banyumas Raya Didorong Lakukan Ekspor

Baca juga: Selamat! Desa Cikakak Banyumas Dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik di Jawa Tengah

Baca juga: Tanggul Sungai Angin Jebol, Wilayah Sumpiuh Banyumas Banjir. Warga Masih Bertahan di Rumah

Baca juga: Pemkab Banyumas Tambah PAUD Penyelenggaran PTM, Belajar dan Bermain Hanya 1 Jam

Titik menerangkan, selain longsor, Banyumas juga rawan banjir dan angin ribut.

"Kami sudah membentuk forum risiko bencana, sosialisasi, dan sebentar lagi ada surat edaran antisipasi kebencanaan dan mempersiapkan segala peralatan," terangnya.

Sementara, longsor telah terjadi di sejumlah titik, dalam beberapa haria terakhir.

"Sudah ada di longsor, titiknya di Kecamatan Cilongok, Sambirata, Gunung Lurah dan Lesmana. Belum ada dampak signifikan, paling hanya longsor kecil," imbuhnya.

Meksipun dihadapkan dengan berbagai potensi bencana, Titik memprediksi, tingkat kebencanaan tahun ini tidak separah tahun lalu.

"Kalau banyak bencana, ada dana BTT yang bisa digunakan. Kemudian, nanti ada SK bupati tentang tanggap darurat."

"Kerugiannya berapa, akan diperkirakan terlebih dahulu," kata Titik. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Hanya Berlaku di Luar Jawa-Bali! Naik Pesawat Boleh Gunakan Hasil Tes Rapid Antigen

Baca juga: Kecewa Harga Bawang Merah Anjlok, Petani di Demak Ceburkan Diri ke Sawah. Videonya Viral

Baca juga: Isu Pengaturan Skor Coreng Liga 2 Indonesia, Diduga Dilakukan Pelatih dan 5 Pemain Perserang Serang

Baca juga: Cara Mudah Sembuhkan Kepedasan, Minum Susu! Bisa Juga Digunakan saat Kena Gas Air Mata

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved