Jumat, 8 Mei 2026

Berita Semarang

Damkar Kota Semarang Lebih Banyak Tangani Kasus Nonkebakaran, Terbanyak Selamatkan Hewan Peliharaan

Damkar Kota Semarang dalam sepekan ini mengevakuasi dua hewan peliharaan warga yang tercebur ke dalam sumur.

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Dok Damkar Kota Semarang
Petugas Damkar Kota Semarang melakukan evakuasi hewan peliharaan tercebur sumur di Kota Semarang, Jumat (22/10/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Damkar Kota Semarang dalam sepekan ini mengevakuasi dua hewan peliharaan warga yang tercebur ke dalam sumur.

Dua hewan tersebut adalah kambing dan anjing.

Kejadian kambing tercebur sumur terjadi di Jalan Randusari, Nongkosawit, Gunungpati, Jumat (22/10/2021) pukul 04.00 WIB.

Kambing tersebut milik Sumali, warga setempat.

Sementara, anjing tercebur sumur terjadi di Jalan Mataram, Semarang Selatan, Minggu (24/10/2021) pukul 11.05 WIB.

Baca juga: Mulai Tempati Lapak di Pasar Johar Semarang, Pedagang: Masih Sepi

Baca juga: Langgar Jam Operasional saat PPKM Level 1, Dua Tempat Nongkrong di Kota Semarang Disegel 1 Bulan

Baca juga: Jumat Berkah Bagi Pemkot Semarang, Marimas Bantu Bikinkan Taman Parkour, Nilainya Rp 300 Juta

Baca juga: 12 Pohon Tumbang di Kota Semarang, Dampak Hujan Disertai Angin Kencang Jumat Sore, Ini Datanya

Anjing tersebut milik Budi Santoso.

"Iya, kami lakukan evakuasi. Tetapi, yang kambing, saat dievakuasi sudah dalam kondisi mati," terang Kabid Operasional dan Penyelamatan Damkar Trijoto P Sakti saat dihubungi, Kamis (28/10/2021).

Saat mengevakuasi dua hewan tersebut, Tim Damkar menggunakan alat tripod dan katrol.

Saat mengevakuasi kambing, petugas harus turun ke dalam sumur berkedalaman sekira 20 meter.

Hal berbeda saat mengevakuasi anjing. Di tempat tersebut, petugas hanya menurunkan tali yang dikaitkan tempat khusus sehingga tubuh anjing dapat diangkat ke atas.

Kedalaman sumur tersebut sekira 10 meter dengan diameter lubang sumur cukup sempit, sekira 50 sentimeter.

Anjing dievakuasi dalam kondisi hidup.

"Tak ada kendala khusus dalam dua evakuasi itu," tuturnya.

Berdasarkan data Damkar Kota Semarang, pertolongan nonpemadaman lebih mendominasi dibandingkan pemadaman.

Tercatat, data kejadian nonpemadaman kebakaran periode Januari 2021 sampai Maret 2021, ada 410 kejadian.

Terbanyak, menyelamatkan atau mengevakuasi binatang sekitar 316 kasus.

Baca juga: Tak Hanya di UNS Solo, Kasus Peserta Diklatsar Menwa Tewas Juga Terjadi di UMS

Baca juga: Gara-gara Syarat Tes PCR, Pembukaan Penerbangan Komersial Perdana Jakarta-Ngloram Blora Tertunda

Baca juga: Resmi Turun, Berikut Tarif Tes PCR dan Antigen Terbaru

Baca juga: Warga Sekitar Flyover Kretek Brebes Dilatih Tangani Korban Kecelakaan, Antisipasi Seringnya Laka

Sementara, collaps structure 2 kejadian, kecelakaan transportasi 2 kasus, penyelamatan beda ketinggian 2 kasus.

Berikutnya, penyemprotan oli di jalan 40 kasus, pohon tumbang 8 kejadian, lain-lain 4 kejadian. Dari kegiatan nonpemadaman, ada korban meninggal dunia empat orang.

Data nonpemadaman tahun 2019, total ada 480 kejadian meliputi penyelamatan binatang 329 kejadian.

Penyelamatan di air 1 kejadian, pertolongan pertama 66, dan pengamanan 84.

"Iya, untuk kegiatan nonpemadaman, penyelamatan binatang atau animal rescue paling mendominasi. Kami sering melayani permintaan warga untuk evakuasi kucing, ular, tawon dan lainnya," ujar Tri. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved