Berita Banjarnegara
Takmir Masjid Al Iman Desa Petambakan Banjarnegara Galakkan Sedekah Sampah, Dari Dosa Jadi Pahala
Sedekah tidak hanya berwujud uang. Apapun yang bernilai atau bisa bermanfaat bagi orang lain pun termasuk sedekah.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Sedekah tidak hanya berwujud uang. Apapun yang bernilai atau bisa bermanfaat bagi orang lain pun termasuk sedekah.
Tidak kecuali, sampah yang bisa ditukar rupiah atau menjadi barang berguna seusai diolah.
Inilah yang tengah digarap takmir masjid Al Iman Baitul Hikmah di RT 01 RW 04 Desa Petambakan, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara.
Takmir di masjid itu bukan hanya mengelola dan memakmurkan masjid tetapi juga memiliki semangat melakukan perubahan sosial.
Mereka mendorong warga bersedekah menggunakan sampah yang kemudian diolah takmir masjid.
Seperti yang terlihat Selasa (19/10/2021), Afnan Faiz Ibrahim (6) mengais botol-botol plastik sisa jajan minuman yang ada di rumah, kemudian dimasukkan dalam kantong plastik besar hitam.
Kakaknya, Fatiha Salma Haniyya (9), tak kalah semangat. Ia mengumpulkan aneka macam kardus bekas bungkus produk online yang dibeli bundanya.
Kakak beradik itu kemudian bergegas menuju halaman masjid Al Iman Baitul Hikmah. Di situ ada lima kotak sampah berjajar.
Baca juga: Paryo Minta Pemerintah Turun Tangan, Kondisi Peternak Ayam Petelur di Banjarnegara Kian Terpuruk
Baca juga: Tiga Hari di Unsoed Purwokerto, 1.841 Peserta SKD CPNS Pemkab Banjarnegara, Berebut 381 Formasi
Baca juga: Inilah Pemicu Kenaikan Harga Jagung, Bikin Peternak Banjarnegara Menjerit, Sebagian Gulung Tikar
Baca juga: Modal Awal Iuran Rp 125 Ribu, Kelompok Ikan di Banjarnegara Ini Sudah Miliki Aset Rp 1 Miliar
Masing-masing bak mewakili jenis sampah yang dipisahkan, yakni plastik, kertas, kaca, kaleng, dan kardus.
Anak-anak itu kemudian memasukkan sampah yang mereka bawa, ke dalam bak sampah yang tersedia.
Sejak Ramadan tahun 2020 lalu, masjid tersebut menggalakkan program Sedekah Sampah untuk warganya.
Pengelola Sedekah Sampah Ahmad Faesol, mengatakan, ide membuat Sedekah Sampah berangkat dari keresahannya karena keberadaan sampah yang berserak di lingkungan masjid.
"Lalu, saya berpikir, bagaimana sampah-sampah ini kalau dikumpulkan di tempat yang kita sediakan," katanya, Selasa.
Oleh warga, sampah biasanya dibuang atau dibakar hingga menimbulkan pencemaran.
Ia lantas menyampaikan gagasannya itu ke takmir masjid dan menuai respon positif.