Breaking News:

Berita Cilacap

Pertamina Bangun PLTS untuk Rumah Sakit dan Perumahan, Sebulan Bisa Berhemat Listrik PLN Rp 177 Juta

PT Pertamina membangun pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 1,34 megawatt di Kilang Cilacap sebagai bagian penggunaan energi terbarukan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - PT Pertamina (Persero) membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 1,34 megawatt di Kilang Cilacap sebagai bagian memperluas penggunaan energi baru terbarukan.

Pembangunan PLTS itu mencakup fasilitas pendukung di area rumah sakit Pertamina Cilacap, gelanggang olahraga, serta kawasan perumahan di Katilayu dan Gunung Simping.

Manager Engineering Development Pertamina RU IV Cilacap Hermawan Yudhistiro mengatakan, pembangunan PLTS merupakan wujud keseriusan Pertamina dalam mengembangkan energi terbarukan.

"PLTS kami canangkan karena untuk mengurangi energi fosil dan terkait lingkungan juga."

"Keberadaan PLTS ini, dalam satu bulan, bisa mengurangi 177 ton emisi CO2," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: RSUD Cilacap Luncurkan Sistem Digital, Pendaftaran Berobat Bisa Dilakukan H-1 Lewat Daring

Baca juga: Dulu Dikenal Kumuh, Kampung KB Gadis Tegalreja Cilacap Kini Bersih dan Aman, Jadi Jujugan Study Tour

Baca juga: Nahkoda Kapal Pengayom yang Tenggelam di Cilacap Jadi Tersangka, Terancam Hukuman 5 Tahun

Baca juga: Warga Bondan Cilacap Kini Bisa Menikmati Listrik, Manfaatkan Tenaga Surya dan Angin untuk PLTH

Kapasitas total PLTS ini bisa mencapai 134 Megawatt dan digunakan untuk komplek perumahan serta operasional rumah sakit.

Luasan panel surya sendiri sekitar 2 hektare.

Lokasinya berada di sekeliling RSPC, perumahan, lapangan tenis, dan halaman rumah sakit.

"Lebih efesien kalau menggunakan listrik ini, dalam sebulan ini menghemat 167 Ribu Kwh."

"Kalau dirupiahkan bisa berkurang sampai Rp 177 juta dari total keperluan listrik untuk kilang Rp 2 miliar-Rp 3 miliar," tambahnya.

Untuk PLTS, baru bisa dipakai pada siang hari. Saat mendung atau malam hari, mereka menggunakan listrik dari PLN.

"Kami belum menggunakan baterai dan secara investasi belum cukup baik. Ke depan, akan dipasang dan mengembangkan baterai dari Pertamina," imbuhnya.

Nilai investasi PLTS ini mencapai Rp 16 miliar.

"Kalau secara investasi 25 tahun, per bulan bisa saving Rp 100 jutaan, masih masuk. Dan memang untuk energi terbarukan," jelasnya. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: UIN Walisongo Semarang Gelar Kuliah Terbatas, Mahasiswa Fuhum Siap Jadi Relawan Satgas Covid

Baca juga: Tindaklanjuti Perpres No 82 Tahun 2021, Bupati Purbalingga Serap Aspirasi Pimpinan Ponpes

Baca juga: Ucapkan Terima Kasih dan Sayonara di Instagram, Finky Pasamba Bakal Hengkang dari PSIS Semarang?

Baca juga: Persiapan Datangnya Musim Hujan, Pemkab Kendal Kebut Pembangunan Tanggul Sungai Bodri di Desa Lanji

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved