Berita Pendidikan Hari Ini
Masih Banyak Sekolah Abai Protokol Kesehatan, Bupati Kudus: Kami Akan Bentuk Satgas Independen
Dari temuan Bupati Kudus HM Hartopo, di lapangan masih terdapat sekolah yang protokol kesehatannya diabaikan, termasuk di madrasah.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Bupati Kudus HM Hartopo akan membentuk Satgas Covid-19 independen yang bertugas mengawasi penerapan protokol kesehatan di tiap sekolah.
Hal itu untuk mengantisipasi adanya klaster sekolah.
Diakui Hartopo, masih terdapat sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka namun abai terhadap protokol kesehatan.
Baca juga: Mayoritas Desa Sudah Berstatus Zona Hijau, Bupati Kudus Tetap Genjot Vaksinasi Covid. Ini Alasannya
Baca juga: Nama Habib Jafar Al-Kaff Dicanangkan Jadi Nama Jalan di Kudus, Hartopo: Bagian Penghormatan Kami
Baca juga: Dibantah Manajer Persiku Kudus Tapi Diamini Uphy - Kabar Hengkangnya Aspel ke Persak Kebumen
Baca juga: Pemkab Kudus Memprediksi UMK 2022 Bakal Sama dengan Tahun Ini, Begini Penjelasannya
"Di sini banyak sekolah yang Satgasnya tidak ada, terutama yang di pinggiran itu di kampung-kampung akan kami tegaskan."
"Pekan depan akan kami bentuk dari tim sendiri untuk di lapangan," kata Hartopo kepada Tribunbanyumas.com, Kamis (23/9/2021).
Pembentukan Satgas tersebut, kata Hartopo, akan ditugaskan secara mobile.
Mereka bertugas mengawasi jalannya protokol kesehatan di sekolah, utamanya yang ada laporan jika protokol kesehatannya tidak berjalan maksimal.
"Mungkin bisa 5 sampai 10 orang yang bisa ditugaskan di lapangan setiap hari."
"Terutama yang ada laporan prokes didatangi tim," kata dia.
Selama berjalannya pembelajaran tatap muka di Kudus, kata Hartopo, belum ada kendala berarti.
Hanya saja, masih ada sekolah yang Satgasnya tidak efektif karena kuantitas guru minim.
"Di SD banyak kekurangan guru sehingga satgas tidak efektif karena mereka harus mengajar," kata dia.
Meski belum ada kendala berarti, Hartopo akan mengundang suku dinas yang bertanggung jawab terhadap pendidikan termasuk Kemenag.
Sebab, dari temuannya di lapangan masih terdapat sekolah yang protokol kesehatannya diabaikan, termasuk di madrasah.
"Sudah ke MTs, MI dan SD."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/hartopo-ngajar-prokes-di-sman-1-bae-kudus.jpg)