Berita Jawa Tengah
300 Meter Butuh Penanganan Khusus, DPUPR Kendal Buka Jalur Alternatif Gemuh - Patean
Hingga September 2021 ini progres pekerjaan masih menyisakan 1,4 kilometer yang belum bisa dibetonisasi di penghubung Gemuh- Patean Kendal.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
Kata Sugiono, akses jalan di atas perbukitan itu masih menyisakan 700 meter yang belum tergarap maksimal.
Pihaknya baru mendapatkan alokasi anggaran Rp 473 juta yang diperkirakan cukup membenahi jalan sepanjang 292 meter.
"Untuk akses ini, target 2021 semua jembatan dan gorong-gorong selesai."
"Sehingga tahun depan bisa fokus pada betonisasi," tuturnya.
Menurut Sugiono, dua akses jalan yang digarap Pemkab Kendal nantinya menjadi jalan alternatif warga Kendal bawah dengan warga Kendal bagian atas.
Khususnya wilayah Kecamatan Patean, Pageruyung, dan Sukorejo.
Jalan alternatif itu bakal memangkas 30 kilometer apabila warga Kota Kendal mengambil akses jalan memutar melalui Weleri-Sukorejo.
Sugiono berharap, jika akses jalan sudah selesai digarap, nantinya bisa mempermudah akses perekonomian masyarakat, pelayanan kesehatan, dan pemerintahan.
Terlebih bisa mendukung bangkitnya ekonomi para petani agar bisa menjualkan hasil panen ke Kota Kendal atau kabupaten/kota di sekitarnya.
"Tahun depan kami harap bisa selesai."
"Perekonomian antar kecamatan tidak perlu berputar ke Sukorejo lagi."
"Perekonomian di atas sampai bawah, bisa terhubung dengan membuka jalur yang terpotong," terangnya.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kendal, Bintang Yudha Daneswara menerangkan, masih ada 12 persen sisa jalan kabupaten yang masih rusak.
Pihaknya mendorong pemerintah setempat agar memprioritaskan ini supaya kondisi jalan di Kabupaten Kendal mantap pada 2022.
"Kami harapkan dilakukan betonisasi, terutama daerah-daerah yang tanahnya labil, banjir dan longsor."