Berita Jawa Tengah
PTM Mulai Digelar, Gubernur Ganjar: Jangan Sampai Ada Paksaan Pakai Seragam Sekolah
“Nggak usah pakai seragam nggakpapa, yang penting pembelajarannya. Kan situasinya juga lagi uji coba begini kan,” katanya.
Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM - SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengimbau kepada seluruh sekolah di bawah kewenangan Pemprov Jateng untuk tidak mewajibkan seragam.
Terutama jika orangtua siswa tidak mampu.
Hal ini disampaikan Ganjar, seusai gowes sambil meninjau pelaksanaan PTM di sejumlah sekolah di Kota Semarang, Selasa (31/8/2021).
Ganjar sempat mendapat laporan terkait seragam dari salah satu orangtua siswa SMK di Jateng.
Baca juga: Hari Kedua PTM di Kota Semarang, Ganjar: Masih Banyak Pelajar Naik Angkot Maupun Ojol
Baca juga: Jateng Makin Membaik, PPKM Sudah Turun Level, Ganjar: Jelang Finish Jangan Sampai Terganggu
Baca juga: 2.539 Sekolah di Jateng Mulai Gelar PTM Terbatas, Gubernur Ganjar: Jangan Abaikan Prinsip 5 Siap
Baca juga: Masih Temukan Siswa Naik Angkot saat PTM Terbatas, Gubernur Ganjar: Secara Umum Sudah Bagus
“Sekolah nggak usah memaksakan, kemarin sudah ada yang melapor ke saya kejadian itu di SMK mana saya lupa."
"Itu gurunya sudah mewajibkan seragamnya ini banyaaak banget gitu kasian,” katanya.
Ganjar menegaskan pihaknya tidak mewajibkan penggunaan seragam untuk siswa SMA/SMK.
Sebab, hal itu tidak berpengaruh langsung pada pembelajaran.
Ganjar membebaskan soal seragam ini, terutama jika orangtua siswa memang tidak mampu.
“Saya tidak mewajibkan ya, jadi kalau orangtua yang maaf mohon maaf, orangtuanya yang tidak mampu anaknya nggak perlu seragam sekarang."
"Udah kayak tadi saja nggak seragam juga nggak papa kok."
"Nggak ada pengaruhnya,” ujar Ganjar.
Ganjar memahami dalam situasi seperti ini, tidak semua orangtua mampu untuk membeli seragam.
“Kalau yang mampu, (beli seragam) nggak soal."
"Tapi yang tidak mampu kemudian ‘waduh pak sekarang cari uang aja sulit suruh kayak begini’."