Berita Jawa Tengah

Resto Wisata Kabupaten Semarang Sudah Boleh Beroperasi, Merti Desa Juga Diizinkan

Diizinkannya resto berjualan kembali seiring penurunan status PPKM di Kabupaten Semarang dari level 4 menjadi level 3.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Pemkab Semarang mengizinkan resto atau rumah makan di lokasi wisata untuk kembali buka atau beroperasi. 

Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, diizinkannya resto berjualan kembali seiring penurunan status PPKM di Kabupaten Semarang dari level 4 menjadi level 3.

"Itu sesuai Instruksi Mendagri Nomor 34 Tahun 2021, kami sudah lakukan rapat dan satu hasilnya ada sejumlah kelonggaran."

"Itu karena status PPKM Kabupaten Semarang turun ke level tiga," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (18/8/2021). 

Baca juga: DPRD Kota Semarang: Segera Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Kiat Pengelola Wisata Dusun Semilir Semarang Bertahan di Tengah PPKM, Jual Tiket Presale Plus Bonus

Baca juga: Sejumlah Nakes Penerima Vaksin Booster Moderna di Kota Semarang Alami KIPI, Alami Demam dan Mual

Baca juga: Suyadi Minta Pemerintah Lebih Sering Berikan Bansos: Curhatan Tukang Tambal Ban di Bawen Semarang

Menurut Ngesti, meski ada kelonggaran masyarakat yang beraktivitas pada resto di lokasi wisata diminta tetap menerapkan protokol kesehatan

Dia menambahkan, sedangkan untuk kuota tamu kapasitas maksimal 25 persen.

Kemudian, rumah makan masih mengacu aturan lama, meski demikian waktu operasi diperbolehkan sampai pukul 21.00. 

"Tetapi, untuk objek atau tujuan wisata masih tutup."

"Kami menunggu perkembangan ke depan bagaimana."

"Aktivitas olahraga juga sudah kami izinkan," katanya.

Sementara kegiatan merti dusun diizinkan, tetapi jumlah peserta dibatasi maksimal 30 orang sebatas selamatan atau ritual berdoa.

Selanjutnya, untuk perayaan diharapkan digelar virtual. 

Tidak hanya itu, pembelajaran tatap muka (PTM) dalam waktu dekat akan dilakukan ujicoba dengan maksimal diikuti peserta didik 50 persen. 

"Itu untuk jenjang SD sampai SMP, sedangkan sekolah luar biasa (SLB) maksimal lima orang peserta."

"Kami akan terus evaluasi hasilnya seperti apa untuk jadi kebijakan berikutnya," ujarnya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Tukar Guling Tanah Kas Desa Wonorejo Karanganyar Akhirnya Dilakukan, Sempat Tertunda Dua Tahun

Baca juga: Detik-detik Proklamasi di Poncowarno Kebumen - Warga Sekitar Pasar Kompak Hentikan Aktivitas Sejenak

Baca juga: PMI Banyumas dan Cilacap Dapat Konsentrator Oksigen dari PMI Pusat, Masing-masing Terima 2 Unit

Baca juga: Viral Mahasiswa Banyumas Hendak Demo Dibubarkan Polisi

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved