Berita Video

Video Penjual Kandang Ayam dan Burung di Banjarnegara Terdampak Pandemi

Warsono adalah penjual aneka kerajinan bambu, khususnya kurungan (kandang) ayam dan burung. Semuanya berbahan bambu. Kini dia hanya termenung.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Abduh Imanulhaq

Entah mengapa, usaha mikro ini pun ikut terpukul.

Tapi wajar saja peminat kurungan bambu berkurang.

Para pemelihara burung atau ayam kurang bisa menyalurkan hobinya di masa pandemi ini.

Lomba atau kontes burung dilarang karena mendatangkan kerumunan, apalagi sabung ayam.

Ia menilai, larangan kegiatan masyarakat semacam itu ikut membuat usaha kandang lesu.

Bahkan ia yakin, bukan hanya usaha kerajinan kandang, bisnis penjualan ayam maupun burung pun ikut lesu.

Pengrajin kurungan bambu pun dinilainya menurun produktivitasnya karena produk kurang terserap pasar.

"Ada corona adu jago tidak boleh."

"Dahulu burung buat lomba, kurungan juga ikut laris."

"Sekarang tidak ada lomba ya bingung, sepi," katanya.

Warsono mengatakan, sebelum ada pandemi, ia bisa menjual kandang senilai sekira Rp 3,5 juta per minggu.

Tetapi di masa pandemi, omsetnya menurun drastis sampai hanya sekira Rp 2 juta per minggu.

Surip, warga Rt 03 Rw 01 Desa Kertayasa berucap, telah menekuni usaha kerajinan kandang ayam sejak 2018.

Dalam sehari, ia bisa membuat 1 kandang ayam berbahan bambu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved