Penanganan Corona

'Rembug Desa' Bareng Gubernur Ganjar Pranowo, Begini Aduan dan Usulan Kades di Banyumas

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meyakini para kades punya pengalaman dan kiat khusus bagaimana mengedukasi masyarakat supaya taat prokes.

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: deni setiawan
PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. 

Sedangkan Kades Penusupan, Imam Sangidun mengeluhkan perbedaan kebijakan antardesa.

Ketika dirinya sudah melarang hajatan, desa sebelahnya malah mengizinkan.

"Hajatan uwis tak larang tapi desa sebelah pasang tratak, ya lurahe diomehi dening nang kana olih nang kene ora olih (Hajatan sudah saya larang tapi desa sebelah malah memasang tenda pernikahan, ya lurahnya dimarahi warga, kok di sana boleh di sini tidak boleh)," ceritanya.

Selain itu, keluhan akan tipisnya stok vaksin juga disampaikan.

Padahal minat vaksinasi di desa-desa Banyumas cukup tinggi.

Seluruh aduan tersebut kemudian dibahas bersama antara Ganjar dan Bupati Banyumas Ahmad Hussein yang juga mengikuti acara.

Ganjar meminta ada koordinasi antara Pemkab, kades, dan kepolisian untuk menyinkronkan kebijakan.

Untuk vaksin, Pemprov Jateng telah mengajukan penambahan alokasi.

"Tenang, ini setiap minggu rata-rata 500 ribu dosis."

"Saya lagi minta tambahan di bulan Agustus, biar nanti yang kepengin segera agar bisa divaksin," ujar Ganjar.

Acara yang berlangsung satu jam itu, terpaksa diakhiri Ganjar karena harus segera mengikuti rakor dengan Menko Marves.

Sebagai gantinya, Ganjar membagikan nomor HP nya di forum chat agar para Kades bisa mengontaknya langsung.

"Rasa-rasanya ini banyak yang pengin bertanya, tak kasih nomor telponku langsung."

"Jenengan nanti WA saya langsung insyaallah saya jawab."

"Saya senang, karena rata-rata para kades ternyata betul-betul siap," tandasnya. (*)

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved