Breaking News:

Berita Video

Video Petani Banjarnegara Usir Tikus Pakai Ular dari Pelepah Daun Pisang

Ruswanto melihat petani itu mengusir hama tikus dengan cara menancapkan pelepah daun pohon kelapa kering di sawah. Kemudian dia tiru.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Abduh Imanulhaq

Semisal King Kobra atau sejenisnya. 

"Ini buat ilak-ilak (penangkal)," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (6/7/2021).

Aktivitas Ruswanto di areal persawahannya di wilayah Desa Kutayasa, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (6/7/2021). (TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI)

Dari situ jelas maksud petani memasang perangkap di sawah menggunakan pelepah kelapa.

Ular selama ini menjadi musuh utama tikus.

Ular merupakan predator yang memangsa tikus dalam teori rantai makanan. 

Sayang, keberadaan predator alami itu semakin langka di sawah.

Hama tikus merajalela karena tidak ada predator yang memangsa. 

Ruswanto bukan hanya memasang pelepah dauh pohon kelapa yang membentuk ular.

Dia juga memasang potongan plastik kresek memanjang dengan motif belang. 

Jika terkena angin, plastik yang menyerupai ular belang itu bergoyang seperti geliat ular. 

Meski bukan ular betulan, benda mati itu diharapkan bisa menakut-nakuti kawanan tikus sehingga tidak berani mendekat. 

Entah karena hal itu atau tidak, Ruswanto merasakan hama tikus di sawahnya semakin berkurang. 

Hama tikus tetap menyerang, namun tidak banyak yang dimakan.

Ia masih bisa menuai panen dengan jumlah lumayan. 

"Dulu sempat hanya dikasih panen 2 kandi."

"Panen 6,5 kandi, pernah 8 kandi, Alhamdulillah," katanya.

Ruswanto kini memilih cara lebih elegan untuk membasmi tikus.

Dia enggan meracun yang dinilainya tak efektif mengusir hama tikus.

Selain memasang replika ular dari bahan alam, ia juga sengaja memberi makan tikus di sawahnya dengan pangan selain padi. 

Secara berkala, dia menebar ketela di sawah.

Dengan ia memberi makan, ia berharap hama tikus tidak memakan habis padinya.

Sehingga padinya selamat dan ia bisa memanennya. 

"Saya kirimi ketela, saya letakkan di sawah."

"Ketelanya habis dimakan," katanya. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved