Berita Banjarnegara
Wisatawan Mengeluh, Jalan Menuju Karang Gemantung Banjarnegara Terjal: Harus Jalan Kaki 2 Kilometer
Wisatawan mengeluhkan kondisi jalan menuju objek wisata Karang Gemantung, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Wisatawan mengeluhkan kondisi jalan menuju objek wisata Karang Gemantung, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara.
Untuk menuju objek wisata yang menawarkan keindahan alam berupa panorama bebatuan berbentuk unik, wisatawan harus melintasi jalan terjal yang belum diaspal.
Objek wisata Karang Gemantung berada di atas bukit di pegunungan selatan Banjarnegara.
Objek wisata ini menyuguhkan deretan batu mirip bebatuan karang di puncak bukit sehingga tampak seperti menggantung.
Baca juga: 41 Peserta Adu Kreatif Bikin Video Pendek di Lomba Hari Bhayangkara yang Digelar Polres Banjarnegara
Baca juga: Semoga Ada Dermawan Buat Jirno, Difabel Asal Banjarnegara Ini Butuh Biaya Tambahan Modifikasi Motor
Baca juga: Terima Kasih RSI Banjarnegara, Kista Seberat 12 Kilogram di Perut Riswati Berhasil Dikeluarkan
Baca juga: Pemkab Banjarnegara Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah Korban Bencana, Total Rp 399 Juta
Muflih, wisatawan asal Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, menceritakan pengalamannya harus berjuang menuju tempat indah tersebut.
Jalan kabupaten dari kota Banjarnegara sampai desa dinilai sudah bagus dan mulus.
Tetapi, ketika mendekati objek wisata, dari Desa Kebutuhjurang menuju kawasan Perhutani, kondisi jalan mulai rusak.
Semakin mendekati pintu masuk tempat wisata, kondisi jalan semakin parah dengan medan berbatu.
"Saya bawa anak naik sepeda motor, jalannya susah, harus ekstra hati-hati," katanya, Senin (28/6/2021).
Bahkan, rombongan wisatawan dari Kecamatan Pagedongan, terpaksa jalan kaki sekitar 2 sampai 3 kilometer menuju objek wisata.
Sebab, mobil yang mereka tumpangi, kesulitan melintasi jalan di komplek Perhutani.
Menurut dia, objek wisata Karang Gemantung sebenarnya menarik untuk dikunjungi.
Baca juga: Prediksi EURO 2020: Prancis vs Swiss, Tim Kuda Hitam Masih Punya Keberuntungan?
Baca juga: Prediksi EURO 2020: Kroasia Tantang Spanyol, Morata Tetap Jadi Andalan
Baca juga: Ditunda Lagi! Piala Walikota Solo 2021 Batal Kick Off Besok
Baca juga: Awas! Pil Anjing dan Buto Ijo Mengintai Anak-anak di Jateng
Keindahan alam di puncak perbukitan dengan deretan batu yang tampak menggantung jadi data tarik wisatawan.
"Mestinya, bersamaan dengan pembukaan objek wisata, pemerintah atau pihak terkait juga memikirkan pembangunan akses jalan menuju tempat tersebut. Sehingga, wisatawan bisa nyaman saat berkunjung," katanya.
Menurutnya, akses jalan wisata yang bagus juga bisa menarik masyarakat untuk berkunjung ke objek wisata alam itu.
"Objek wisatanya bagus. Mestinya juga didukung dengan akses yang layak," katanya. (*)