Penanganan Corona
GOR Tegal Selatan Sudah Siap Tampung Pasien Covid-19, Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat
Sebagai langkah antisipasi, GOR Tegal Selatan kini telah disiapkan menjadi tempat isolasi terpusat pasien Covid-19 di Kota Tegal.
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Di sebagian besar daerah di Jawa Tengah mengalami kenaikan kasus Covid-19 dalam dua bulan terakhir ini, atau pasca Lebaran.
Karena lonjakan kasus yang disebut sebagai gelombang kedua tersebut, rumah sakit pun kewalahan menangani pasien.
Tak sedikit kamar khusus isolasi pasien Covid-19 di rumah sakit, yang mulai bahkan sudah ada yang penuh.
Sehingga, terpaksa petugas kesehatan menolak kedatangan pasien karena sudah tidak ada tempat untuk menanganinya.
Baca juga: Tahun Ajaran Baru di Tegal Tetap Terapkan KBM Daring, Masih Belajar dari Rumah
Baca juga: Pasien Covid di Pekauman Tegal Meninggal saat Isoman di Rumah, Keluarga Menolak Perawatan di RS
Baca juga: Toetik Ernawati Resmi Jabat Ketua PN Kelas IA Tegal, Gantikan Djoni Witanto
Baca juga: 3 Ambulans Jemput Keluarga Positif Covid di Kota Tegal untuk Isolasi Terpusat, Termasuk 5 Anak-anak
Kondisi serupa juga nyaris dialami di Kota Tegal.
Langkah cepat pun terus ditempuh tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Tegal.
Sebagai langkah antisipasi, GOR Tegal Selatan kini telah disiapkan menjadi tempat isolasi terpusat pasien Covid-19 di Kota Tegal.
Pasalnya, kapasitas Rusunawa Tegalsari Tegal yang dijadikan tempat isolasi terpusat sudah hampir penuh.
Kepala Dinkes Kota Tegal, dr Sri Prima Indraswari mengungkapkan, Rusunawa Tegalsari di Kecamatan Tegal Barat mampu menampung 80 pasien.
Saat ini di sana sudah terisi 70 pasien Covid-19.
"Jadi memang hampir penuh."
"Maka kami persiapkan GOR Tegal Selatan," kata Prima seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (26/6/2021).
Prima mengatakan, GOR Tegal Selatan mampu merawat 70 pasien, baik tanpa gejala atau gejala ringan.
"Nanti ada nakes satu dokter, dua perawat, sopir ambulans, dan keamanan dibantu TNI Polri," pungkas Prima.
Wakil Ketua Penanganan Satgas Covid-19, AKBP Rita Wulandari mengatakan, melihat keterisian tiga rumah sakit rujukan dan satu tempat isolasi terpusat semakin penuh, diperlukan tempat lain sebagai langkah antisipasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/sri-primawati-dinkes-kota-tegal.jpg)