Berita Tegal Hari Ini

Tahun Ajaran Baru di Tegal Tetap Terapkan KBM Daring, Masih Belajar dari Rumah

Belajar dari rumah atau daring tetap akan diterapkan dalam KBM pada tahun ajaran baru 2021 di Kota Tegal.

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Kepala Disdikbud Kota Tegal, Ismail Fahmi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Disdikbud Kota Tegal memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring tetap diterapkan pada Tahun Ajaran Baru 2021.

Tahun ajaran baru dijadwalkan akan berlangsung pada Juli 2021. 

Kepala Disdikbud Kota Tegal, Ismail Fahmi mengatakan, belajar dari rumah atau daring tetap akan diterapkan dalam KBM pada tahun ajaran baru 2021. 

Baca juga: Pasien Covid di Pekauman Tegal Meninggal saat Isoman di Rumah, Keluarga Menolak Perawatan di RS

Baca juga: Toetik Ernawati Resmi Jabat Ketua PN Kelas IA Tegal, Gantikan Djoni Witanto

Baca juga: 3 Ambulans Jemput Keluarga Positif Covid di Kota Tegal untuk Isolasi Terpusat, Termasuk 5 Anak-anak

Baca juga: Tegal Raya Masih Diguyur Hujan saat Seharusnya Musim Kemarau? Begini Penjelasan BMKG

Sementara untuk pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas masih dalam kajian. 

Fahmi mengatakan, keputusan penerapan PTM masih menunggu perkembangan angka Covid-19 jelang pelaksanaan tahun ajaran baru. 

Selain itu pihaknya juga harus mendapat izin dari Satgas Covid-19 Kota Tegal

"Tetap akan ada yang pakai daring."

"Karena meskipun ada luring atau tatap muka, sebagian tetap ada yang dari rumah," kata Fahmi kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (25/6/2021).

Fahmi menjelaskan, pihaknya juga menunggu instruksi lanjutan dari Mendagri terkait ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Jika melihat dari Instruksi Mendagri Nomor 14 Tahun 2021, hanya sekolah di daerah berstatus zona merah yang tidak boleh menggelar PTM. 

Dia mengatakan, Kota Tegal saat ini berstatus zona oranye. 

Artinya diperbolehkan tapi penerapannya harus terbatas dan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. 

"Tetap harus mendapat izin Satgas Covid-19 Kota Tegal."

"Jadi kami lihat perkembangan angka kasusnya, baik atau tidak," jelasnya. 

Sementara dalam uji coba PTM yang digelar serentak di Jawa Tengah, hanya ada dua SMP yang menjadi pilot project.

Yaitu SMP Negeri 1 Tegal dan SMP Al Irsyad Tegal

Hasil dari keduanya terpantau baik dan tidak menimbulkan klaster penyebaran Covid-19. (Fajar Bahruddin Achmad)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Ngakunya Dapat Bisikan Tuhan, Pria Paruh Baya di Desa Semanding Kebumen Ini Bacok Tetangganya

Baca juga: Seluruh Objek Wisata di Kebumen Tutup 22-30 Juni, Berlaku Juga untuk Desa Wisata

Baca juga: Perawat di RSDC Wisma Atlet asal Cilacap Meninggal Tertular Covid, Kadinkes: Pernah Bertugas di RSUD

Baca juga: Nih Informasi PPDB SMP Kabupaten Cilacap, Ada Pembeda Aturan Jarak dengan Tahun Sebelumnya

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved