Berita Regional
UPDATE Gempa Malang: 8 Orang Meninggal, 1.189 Rumah Rusak
BNPB mencatat, hingga Minggu (11/4/2021), gempa bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Malang dan sekitarnya mengakibatkan delapan orang meninggal dunia.
TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Minggu (11/4/2021), gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang wilayah Malang dan sekitarnya mengakibatkan delapan orang meninggal dunia.
Selain itu, tiga orang mengalami luka sedang hingga berat dan 36 lainnya luka ringan.
"BPBD Kabupaten Lumajang mengidentifikasi, korban meninggal dunia di wilayahnya lima orang, sedangkan Kabupaten Malang tiga (orang)," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan tertulis, Minggu.
Baca juga: Pasien Sempat Keluar RS Karena Panik, Gempa Malang Terasa Hingga Semarang, Ini Penjelasan BMKG
Baca juga: Warga Blora Merasakan Dua Kali Guncangan, Gempa 6,7 SR di Malang Pukul 14.00
Menurut Raditya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten dan kota setempat segera melakukan upaya penanganan darurat pasca gempa yang terjadi di beberapa wilayah di Jawa Timur pada Sabtu (10/4/2021) siang itu.
BPBD Provinsi Jawa Timur juga telah mengirim logistik, semisal beras, lauk pauk, makanan siap saji, makanan tambahan gizi, mie instan, sembako lain, selimut, terpal hingga masker kain dan hand-sanitizer.
"Saat ini, penanganan darurat masih berlangsung di lapangan," tulis Raditya.
BPBD setempat juga bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) mengoperasionalkan dapur umum untuk melayani warga yang mengungsi di Ampelgading, Kabupaten Malang, dan Desa Kaliulung, Kabupaten Lumajang.
Raditya mengatakan, posko komando (posko) penanganan darurat, semisal dapur umum dan pengungsian, juga telah disiapkan untuk membantu para korban terdampak di sekitar Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumanjang.
Sementara, dari pendataan sementara, total rumah rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 6,1 itu, mencapai 1.189 unit.
Kerusakan berat tercatat terjadi pada 85 unit rumah, 50 rumah terdata rusak sedang, dan 854 rumah lainnya mengalami rusak ringan.
"Total rumah rusak dengan katagori berbeda berjumlah 1.189 unit," jelas Raditya.
Baca juga: Kisah Sukses Mantan Carik di Mojorejo Karanganyar, Pekarangan Rumah Jadi Kebun Alpukat Gading
Baca juga: Oknum Polisi Terlibat Kasus Ngerit Solar di SPBU Pantura? Wakapolres Kendal: Masih Kami Selidiki
Baca juga: Atap Gunungan Roboh di Pasar Manis Purwokerto, Hujan Disertai Angin Kencang di Banyumas
Menurut Raditya, BPBD Kabupaten Malang melaporkan rumah dengan kerusakan ringan sebanyak 525 unit, rusak sedang 114 unit, dan rusak berat 57 unit.
Selanjutnya, BPBD Kabupaten Blitar melaporkan rumah dengan kerusakan ringan sebanyak 217 unit, rusak sedang 85 unit, dan rusak berat 10 unit.
Selain itu, kerusakan akibat gempa bumi juga dialami fasilitas umum (fasum) dengan total kerusakan sejumlah 150 unit.
Tercatat, kerusakan yang dilaporkan BPBD Kabupaten Malang yakni kerusakan pada fasilitas pendidikan sebanyak 14 unit, fasilitas kesehatan 8 unit, tempat ibadah 26 unit, dan jembatan berada di 6 titik.
Sedangkan Kabupaten Blitar mencatat ada kerusakan fasilitas umum, yakni kantor sebanyak 9 unit dan kerusakan pada balai desa 3 unit.
Raditya mengatakan, sejumlah kerusakan lain juga terjadi di beberapa Provinsi Jawa Timur, seperti wilayah Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Probolinggo.
Juga, di Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Jember, Kabupaten Tulunggagung, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Pacitan, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Malang, dan Kota Batu.
Raditya menegaskan, BNPB terus melakukan pemantauan dan koordinasi terkait keadaan di wilayah yang terdampak gempa bumi.
Bahkan, hari ini, Kepala BNPB Doni Monardo juga akan bertolak menuju Malang untuk melihat langsung dampak kerusakan dan berkoordinasi dengan kepala daerah di wilayah terdampak.
"BNPB terus memonitor dan melakukan koordinasi dengan BPBD di wilayah terdampak," ucapnya.
Baca juga: Masih Jadi Misteri, Temuan Mayat di Sungai Jali Banjarnegara, Tanpa Identitas dan Tubuh Membusuk
Baca juga: Nasabah BRI Unit Bawang Ini Dapat Mobil, Hasil Undian Panen Hadiah Simpedes di Banjarnegara
Baca juga: DKK Karanganyar Baru Terima 8.000 Dosis, Vaksinasi Termin Kedua, Sasaran Lansia dan Pelayan Publik
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo mengguncang Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (10/4/2021) pukul 14.05 WIB.
Titik episentrum gempa diketahui berada di laut dengan jarak 96 kilometer selatan Kota Kepanjen, Malang, pada kedalaman 80 kilometer.
Selain di selatan Jawa Timur, gempa itu juga dirasakan di Solo, Yogyakarta, Wonogiri, bahkan Semarang. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UPDATE: 1.189 Rumah dan 150 Fasilitas Umum Rusak akibat Gempa Malang".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/warga-melihat-rumah-di-desa-kali-uling-lumajang-roboh-setelah-diguncang-gempa-minggu-1142021.jpg)