Berita Jawa Tengah
Kisah Sukses Mantan Carik di Mojorejo Karanganyar, Pekarangan Rumah Jadi Kebun Alpukat Gading
Lantaran telah memiliki hobi berkebun, mantan Carik ini lantas mengembangkannya dengan cara stek dengan bibit lokal di pekarangan rumahnya.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
Seperti daging yang tebal, bijinya kecil, ukurannya cukup besar, dan dapat bertahan lama setelah dipetik.
Selain itu perawatan tanamannya mudah.
Lanjutnya, buah yang dipetik dari pohonnya dapat bertahan hingga 25 hari.
Sedangkan apabila sudah masak mampun bertahan sekira 17 hari.
"Kalau ukurannya paling besar maksimal bisa 1,2 kilogram."
"Kalau rata-rata paling 7-8 ons" ucapnya.
Dari masa tanam hingga panen buah alpukat gading membutuhkan waktu sekira 5 tahun.
Setelah itu, panen buah dapat dilakukan setahun sekali.
Dia menjelaskan, apabila pohon telah berusia 5 tahun dapat menghasilkan sekira 40 kilogram sekali panen.

Baca juga: Enam Produk Ini Digadang-gadang Jadi Unggulan Purbalingga, Sebut Saja Ada Blangkon Soedirman
Baca juga: Operasi Keselamatan Candi Digelar Mulai 12 April, Ini Sasarannya Selama 14 Hari di Purbalingga
Budidaya baik itu penanaman dan pembibitan dilakukan Sugiman di lahan sekira 1.000 meter persegi yang berada di pekarangan rumah dan kebunnya.
"Satu bibit tinggi 1 meter dijual Rp 50 ribu."
"Kalau kecil sekira Rp 30 ribu."
"Pedagang biasanya datang ke rumah."
"Sekali ngambil bisa 50 bibit, kadang lebih."
"Ngambilnya tidak tentu, kalau di sana habis, baru ambil."