Berita Banjarnegara Hari Ini

Tiang Jembatan Ambrol di Penusupan Banjarnegara, Hanya Motor dan Pejalan Kaki yang Boleh Melintas

Pilar tengah Jembatan Kalibojong, Desa Penusupan, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, ambrol terseret arus sungai. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Kondisi jembatan di jalan kabupaten Desa Penusupan, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara yang ambrol pada bagian tiang utamanya, Sabtu (3/4/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Curah hujan tinggi akhir-akhir ini memicu kerusakan Jembatan Kalibojong, Desa Penusupan, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara

Pilar tengah jembatan di jalan kabupaten itu ambrol terseret arus sungai. 

Infrastruktur itu pun kehilangan kekuatan untuk menopang beban berat kendaraan yang melintas di atasnya. 

Baca juga: Evakuasi Butuh Waktu 10 Jam, Mobil Boks Es Krim yang Terseret Longsor di Plumbungan Banjarnegara

Baca juga: Jalan yang Dilewati di Pagentan Banjarnegara Ambrol dan Longsor, Mobil L300 Masuk ke Jurang

Baca juga: DAK Pertanian di Banjarnegara, Tahun Ini Diterimakan Kepada 14 Kelompok Tani, Berikut Rinciannya

Baca juga: Bupati Banjarnegara Sindir Kondisi Anak Selama Belajar Daring, Mereka Jadi Makin Pintar Game Online

Tebing sungai juga ikut terkikis hingga materialnya runtuh terbawa arus sungai. 

Karena kondisinya yang memprihatinkan, pengendara yang akan melintas jembatan itu dibatasi.

Pengendara roda dua diperbolehkan melintas dengan ekstra hati-hati.  

Sementara kendaraan roda empat atau kendaraan berat dilarang melintas karena dikhawatirkan jembatan tak mampu menopang. 

Kondisi bangunan yang sudah rapuh itu berisiko bagi pengguna jalan yang melintas di atasnya. 

"Abutment sisi sebelah utara ambles dikarenakan pilar tengah penyangga roboh hanyut terbawa derasnya aliran," kata Kabid Bina Marga DPUPR Kabupaten Banjarnegara, Arqom Al Fahmi kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (3/4/2021). 

Arqom mengatakan, kondisi bangunan itu telah miring.

Karenanya, demi keselamatan pengendara, sementara hanya roda dua yang diperbolehkan melintasi jembatan. 

Arqom mengatakan, Pemkab Banjarnegara akan segera memperbaiki jembatan itu menggunakan APBD sebesar Rp 4 miliar. 

Bangunan nantinya menggunakan konstruksi gelagar besi IWF abutmen beton bertulang, dengan bentang 18 meter dan lebar 6 meter. 

"Ini lebih lebar dari jembatan lama yang hanya 4 meter."

"Jembatan lama akan dibongkar total kemudian dibangun jembatan baru yang lebih layak." 

"Sudah berkontrak pada Rabu (30/3/2021)," katanya.

Bencana itu membuat mobilitas warga terhambat.

Terlebih, jalur itu menghubungkan desa-desa di Kecamatan Pejawaran dan Kecamatan Pagentan.

Pengendara yang ingin melintasi jalur itu terpaksa harus memutar melalui jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh. (Khoirul Muzakki)

Baca juga: Sirwanto Berhenti di Jembatan Merah Patikraja Banyumas, Terjun ke Sungai Serayu, Diduga Bunuh Diri

Baca juga: Istri Terduga Teroris Minta Suaminya Dibebaskan, Pasca Penggeledahan di Sumampir Purwokerto

Baca juga: Warga Bone Klaten Kaget S Ditangkap Densus 88 Antiteror, Kades Sebut Dia Dikenal Sosok yang Baik

Baca juga: Selangkah Lagi, Pesawat Citilink Mulai Mendarat di Bandara Ngloram Blora, Disusul Wings Air

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved