Berita Tegal Hari Ini
Satu Gereja Dijaga Delapan Polisi, Perayaan Paskah di Kota Tegal
Iptu Bambang berkata, pemeriksaan dan sterilisasi dilaksanakan menyeluruh tak hanya di dalam tempat untuk ibadah namun hingga pelataran luar gereja.
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Puluhan personel kepolisian diterjunkan untuk melakukan penyisiran dan sterilisasi gereja menjelang perayaan Paskah di Kota Tegal, Kamis (1/4/2021).
Sedikitnya ada 12 gereja besar di Kota Bahari yang disisir menggunakan anjing pelacak bom yang dilaksanakan sejak pagi hingga sore hari.
Kasat Sabhara Polres Tegal Kota, Iptu Bambang Sri Diartono mengungkapkan, sterilisasi sebagai langkah antisipasi awal agar jemaat terhindar dari potensi tindakan teror.
Baca juga: Bertambah Menjadi 53 Orang Positif Covid-19, Klaster Senam Warga Penusupan Kabupaten Tegal
Baca juga: Bioskop di Kota Tegal Masih Sepi Penonton, Pengelola Berharap Bisa Tambah Jam Operasional
Baca juga: Terkait Larangan Mudik Lebaran, Bupati Tegal Umi Azizah Belum Ambil Sikap. Tunggu Kebijakan Pusat
Baca juga: Pesan Romo Agustinus untuk Umat Kristen di Tegal dalam Paskah 2021: Harus Lebih Peduli dan Peka
"Kami juga membawa anjing satwa K9 spesialis pengendus bom."
"Untuk mendeteksi jika misalnya ada bahan peledak atau bahan-bahan teror lainnya," kata Iptu Bambang seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (1/4/2021).
Iptu Bambang mengatakan, pemeriksaan dan sterilisasi dilaksanakan menyeluruh tak hanya di dalam tempat untuk ibadah namun hingga pelataran luar gereja.
"Pemeriksaan mulai dari depan hingga belakang, dan dalam gereja untuk pelaksanaan ibadah."
"Harapannya jemaat dalam melaksanakan ibadah bisa dengan tenang aman dan nyaman," kata Iptu Bambang.
Dikatakan Iptu Bambang, setelah sterilisasi dilaksanakan, selanjutnya gereja akan dijaga petugas kepolisian hingga tiga hari ke depan.
Setiap gereja di Kota Tegal, sebut Iptu Bambang, akan dijaga sedikitnya delapan personel kepolisian dengan senjata lengkap.
"Setelah kegiatan ini, kami akan ada personel melakukan pengamanan di sini sampai dengan akhir kegiatan."
"Satu gereja pengamanan delapan personel," pungkas Iptu Bambang.
Pengelola Gereja Hati Kudus Tegal, Romo Agustinus Dwi Yanto mengungkapkan, sejak peristiwa bom bunuh diri di Makassar tidak terlalu berdampak signifikan terhadap sedikitnya 2.100 jemaatnya.
"Saya belum melihat dampaknya apakah ada umat yang takut."
"Namun menurut saya tidak sangat signifikan," kata Romo Agustinus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/gereja-kota-tegal.jpg)