Breaking News:

Larangan Mudik Lebaran 2021

500 Angkutan Umum Bakal Terdampak di Kota Tegal, Imbas Kebijakan Larangan Mudik Tahun Ini

Di Kota Tegal, karena tahun lalu saat pemberlakuan kebijakan larangan mudik, PO bus benar-benar tutup dan tidak beroperasi. 

TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Kondisi sepinya aktivitas penumpang di Terminal Tipe A Kota Tegal, Sabtu (27/3/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Ketua Organda Kota Tegal, Popo mengatakan, kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 sangat merugikan pelaku usaha angkutan umum. 

Dampak tersebut dapat dilihat pada larangan mudik pada 2020.

Popo mengatakan, 500 angkutan umum terdampak di Kota Tegal. 

Baca juga: Pedagang Pasar Martoloyo Tegal Sudah Direlokasi, Proyek Revitalisasi Dimulai Pekan Depan

Baca juga: Kami Harus Ngoprak-oprak Mereka Pergi ke Puskesmas, Pelaksanaan Vaksinasi Pedagang Pasar di Tegal

Baca juga: Kejari Gandeng Unnes, Audit Proyek Revitalisasi Alun-alun Kota Tegal, Hasilnya Dua Pekan Lagi

Baca juga: Empat Komoditas Ini Jadi Perhatian Jelang Ramadan, TPID Kota Tegal: Selalu Berulang Tiap Tahun

Baik itu angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP). 

"Angkutan di Kota Tegal jumlahnya sekira 500 kendaraan."

"Angka kerugian per hari masing-masing angkutan umum lebih dari Rp 3 juta," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (27/3/2021). 

Popo mengatakan, Organda Kota Tegal menolak kebijakan larangan mudik Lebaran 2021. 

Dia menilai semestinya tidak ada larangan mudik tahun ini. 

Pemerintah hanya perlu memperketat penerapan protokol kesehatan di stasiun, terminal, atau bandara. 

"Kalau menurut kami diperketat saja mengenai protokol kesehatannya."

Halaman
12
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved