Berita Jawa Tengah
Bukit Paralayang Karanganyar Pilih Batasi Jam Operasional, Camping Ground Hanya Siang Hari
Selain camping ground, di Bukit Paralayang Karanganyar, pengunjung juga dapat menikmati panorama alam perbukitan, sewa jeep, menaiki paralayang.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Pengelola Bukit Paralayang di Desa Segorogunung, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar memilih membatasi operasional camping ground.
Kades Segorogunung, Tri Harjono menyampaikan, operasional camping ground di Bukit Paralayang dibatasi hanya pada siang hari.
Hal itu sangat berbeda dengan kondisi normal, sebelum pandemi.
Pembatasan tersebut karena pertimbangan diberlakukannya PPKM.
Baca juga: Petugas Bea Cukai Hentikan Truk Muatan Rokok Ilegal, Melintas GT Colomadu Karanganyar Menuju Jakarta
Baca juga: ASN Pemkab Karanganyar di Rumah Saja, Tiap Akhir Pekan Maupun Libur Nasional
Baca juga: Keluarga Temukan Luka Bakar di Tubuh Saniyem, Petani di Karanganyar Pekalongan Tewas Tersambar Petir
Baca juga: Satu Rumah Sakit Swasta Ini Diusulkan Jadi RS Khusus Covid-19 di Karanganyar
"Kegiatan masyarakat termasuk hajatan kalau diselenggarakan malam hari, tidak boleh."
"Siang hari kami persilakan."
"Jadi kalau kegiatan (camping) pada malam hari sangat riskan."
"Maka camping di waktu itu untuk sementara waktu ditiadakan terlebih dahulu."
"Kalau siang hari dipersilakan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (13/2/2021).
Dia menjelaskan, pembatasan tersebut sudah diberlakukan sejak adanya PPKM tahap pertama.
Selain itu waktu operasional juga dibatasi dari pukul 09.00 hingga pukul 17.00.
Bukti Paralayang saat ini dikelola oleh BUMDes Mustika Lawu.
Selain camping ground, di kawasan wisata tersebut, pengunjung juga dapat menikmati panorama alam perbukitan, sewa jeep, serta menaiki paralayang.
Penjaga tiket, Irwanda Heru menambahkan, sejak diberlakukannya PPKM turut berdampak terhadap jumlah pengunjung Bukit Paralayang.
Setiap pengunjung yang hendak masuk ke kawasan wisata tersebut dikenakan retribusi senilai Rp 3.000 per orang.
"Sebelum PPKM itu bisa 200-300 orang per hari saat hari biasa."
"Kalau sekarang sekira 100-150 orang."
"Sedangkan akhir pekan sekira 2.000 orang."
"Sekarang paling banyak 500 orang," imbuhnya.
Sebelumnya, Kepala Disparpora Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto mengatakan, terkait operasional objek wisata ada pengecualian bagi wisata konsep kemah serta pendakian gunung.
Objek wisata dibatasi hingga pukul 15.00.
Sedangkan pendakian dan kemah diberikan kelonggaran dapat beroperasi selama 24 jam. (Agus Iswadi)
Baca juga: Dikasih Kasur Empuk Namun Ditolak, Mudasir Pilih Tidur di Becak, Begini Kisahnya di Banjarnegara
Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok Terus Meroket di Banjarnegara, Ini Penyebabnya
Baca juga: Hampir Rampung, Pembangunan Jalan Kebumen-Wadaslintang Wonosobo, Sempat Putus Karena Longsor
Baca juga: Warga Wonosobo Ini Kepergok Jual Kubis Hasil Curian, Beraksi di Kebun Desa Gembol Banjarnegara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/wisata-bukit-paralayang-karanganyar.jpg)