Jateng di Rumah Saja

Semua Objek Wisata Tutup Dua Hari di Banjarnegara, Jadi Momentum Pengelola Lakukan Sterilisasi

Penutupan objek wisata selama dua hari ini, menurut dia, rangka mendukung program 'Jateng di Rumah Saja' yang dikampanyekan Pemprov Jateng. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Papan informasi penutupan objek wisata Candi Arjuna, Dieng, Banjarnegara sejak 11 Januari 2021. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Seluruh objek wisata di Kabupaten Banjarnegara, termasuk Dieng tutup pada Sabtu (6/2/2021) hingga Minggu (7/2/2021).

Seluruh objek wisata yang ditutup bukan hanya yang dikelola Pemkab Banjarnegara.

Wisata yang dikelola masyarakat, swasta, atau Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) pun demikian. 

Butuh Dana Buat Membeli Pakan Koleksi Satwa, Serulingmas Zoo Banjarnegara Galang Donasi

Tiap Mustahik Peroleh Rp 300 Ribu, Bank Jateng Banjarnegara Salurkan Zakat Hasil Kelola Baznas

Polres Banjarnegara Ciptakan Terminal Siaga Candi, Petugas Bakal Periksa Tiap Bus dan Penumpang

Tak Bisa Beri Bantuan ke Warga, Bupati Banjarnegara Pilih Tak Tutup Pasar saat Jateng di Rumah Saja

Kepala Dinparbud Kabupaten Banjarnegara, Agung Yusianto menyatakan, penutupan semua objek wisata di Kabupaten Banjarnegara, memang dilakukan.  

Penutupan objek wisata selama dua hari ini, menurut dia, rangka mendukung program ' Jateng di Rumah Saja' yang dikampanyekan Pemprov Jateng

"Betul (semua objek ditutup), dalam rangka mendukung program ' Jateng di Rumah Saja'," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (6/2/2021). 

Agung berharap, penutupan semua objek wisata selama dua hari ini bisa menekan pergerakan atau mobilisasi wisatawan di Kabupaten Banjarnegara

Dengan demikian, diharapkan terjadi penurunan kasus warga yang terinfeksi Covid-19.

Selama penutupan objek wisata dua hari ini, pihaknya melakukan sterilisasi untuk memberikan rasa aman kepada wisatawan. 

Jika objek wisata ditutup, pasar maupun toko dan pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Banjarnegara tetap diizinkan beroperasi pada 6 dan 7 Februari 2021. 

Pemkab Banjarnegara memilih opsi C dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah itu.

Dia mempertimbangkan kearifan lokal untuk menyikapi kebijakan itu.

Pihaknya memutuskan untuk tetap membuka pasar tradisional, toko, maupun PKL pada dua hari itu, seperti biasa.

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono punya alasan tersendiri untuk tetap mengizinkan sektor usaha itu tetap buka.

Dia melihat banyak warga yang bekerja hari ini untuk makan hari ini.

Karenanya, mereka akan terpukul jika dipaksa dua hari tidak bekerja atau harus menutup usahanya. (Khoirul Muzakki)

RSUD Margono Soekarjo Purwokerto Borong Tiga Penghargaan Inovasi Publik Jateng

RS Ortopedi Purwokerto Kena Tipu, Beli MRI Tidak Sesuai Perjanjian, Direktur PT TAM Jadi Tersangka

Rapid Test Antigen Diterapkan di Dua Wilayah Perbatasan, Berlaku Bagi Warga Luar Purbalingga

Bandara JB Soedirman Purbalingga Beroperasi Mulai 22 April 2021, Ini yang Bakal Dikejar Pemerintah

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved