Berita Jawa Tengah

Data BPBD Temanggung: Ada 219 Bencana Sepanjang 2020, Tanah Longsor Lebih Mendominasi

Dwi Sukarmei klaim sudah memaksimalkan dana penanggulangan bencana untuk membantu korban terdampak di Kabupaten Temanggung sepanjang 2020.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEMANGGUNG - BPBD Kabupaten Temanggung menyebutkan ada 219 bencana terjadi sepanjang 2020 dengan total kerugian mencapai Rp 2,5 miliar.

Rinciannya, bencana tanah longsor 117 titik dengan kerugian Rp 3,3 miliar, kebakaran 28 kejadian dengan kerugian Rp 950 juta.

Angin ribut 59 kejadian dengan kerugian Rp 655 juta, dan banjir 15 kejadian dengan total prakiraan kerugian mencapai Rp 277 juta.

Baca juga: Pemkab Temanggung Mulai Kaji Rencana Pembukaan Pikatan Water Park, Heri: Regulasi Sedang Disiapkan

Baca juga: 352 Pejabat Pengawas dan Fungsional Pemkab Temanggung Dilantik, Ini Permintaan Bupati

Baca juga: Sekolah Kembali Berpeluang Lanjutkan KBM Tatap Muka di Temanggung, Ini Tiga Syarat Utamanya

Baca juga: Viral, Video Mini Bus Terguling di Jalan Raya Kedu Temanggung Diduga Hindari Motor Menyeberang

Kalakhar BPBD Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei mengatakan, pihaknya sudah memaksimalkan dana penanggulangan bencana untuk membantu korban terdampak.

Sejumlah bantuan tambahan dari provinsi dan BNPB turut dimaksimalkan untuk menangani kebencanaan yang ada. 

"Dana kesiapsiagaan pada 2020 sebenarnya tidak mencukupi untuk menanganinya."

"Karena itu, kami mengajukan ke provinsi dan BNPB."

"Hasilnya bisa digunakan untuk melengkapi penanganan bencana," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat, (22/1/2021).

Kata Dwi, pihaknya juga telah melaksanakan kegiatan fisik akibat bencana tanah longsor sebanyak 15 titik.

Meliputi rumah hingga saluran irigasi dari dana rehab rekon BPBD.

Selain itu, ada juga bantuan korban bencana, pembangunan fisik bangunan rusak, hingga pelatihan kebencanaan kepada desa.

"Kami juga akan bekerja sama dengan tim Gunung Merapi agar bisa mandapatkan informasi sedini mungkin dan bisa ikut menanggulangi," ujarnya.

Kata Dwi, pada 2021 ini, pihaknya sudah mengalokasikan beberapa dana untuk penanganan kebencanaan.

Meliputi rehab rekonstruksi Rp 1,3 miliar, air bersih menanggulangi kekeringan Rp 113 juta, kesiapsiagaan Rp 519 juta.

Logistik bahan bangunan Rp 150 juta, dan logistik kerja bakti Rp 49 juta.

"Karena itu, kami mengajak masyarakat agar tetap waspada dan mengantisipasi datangnya bencana, agar tidak sebesar 2020," tutupnya. (Saiful Ma'sum)

Baca juga: Resmi Dijadikan Homebase, Pemprov Jateng Izinkan PSIS Gunakan Stadion Jatidiri Semarang

Baca juga: KABAR DUKA, Mantan Pemain dan Pelatih PSIS Semarang C Soetadi Tutup Usia

Baca juga: Tanah Bergerak Makin Rawan Terjadi, Semisal di Purbalingga, Berikut Kata Dinas ESDM Jateng

Baca juga: Bisakah Pemerintah Bisa Bersabar Sedikit? Aptrindo Jateng Tanggapi Kenaikan Tarif Tol di Pulau Jawa

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved