Breaking News:

Penanganan Corona

Jelang Simulasi KBM Tatap Muka di Kendal, Sekolah Wajib Bentuk Satgas Covid-19, Form Sudah Ada

Pemkab Kendal mempersilakan siswa untuk tidak mengikuti simulasi KBM tatap muka jika dalam keadaan sakit, ataupun orangtua siswa tidak mengizinkan.

TRIBUN BANYUMAS/SAIFUL MA'SUM
Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Dalam rangka persiapan simulasi kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah, Kepala Disdikbud Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi meminta sekolah membentuk tim Satgas Penanggulangan Covid-19.

Tim tersebut bertugas sebagaimana Satgas tingkat kabupaten meskipun dalam lingkup kecil.

Seperti, mendata guru dan tenaga kependidikan yang telah melakukan perjalanan dari luar daerah, mendata guru yang memiliki penyakit penyerta untuk megetahui riwayat dan potensinya.

Termasuk juga dalam memastikan semua yang terlibat dalam keadaan sehat.

Baca juga: Ini Syarat Sekolah Bisa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka di Kendal, Guru Juga Wajib Rapid Test

Baca juga: Hasil Hitung Cepat Pilbup Kendal 2020: Dibas Klaim Cuma Kalah di Dua Kecamatan, Lainnya Menang

Baca juga: Pemkab Kendal Peringkat Terakhir Penilaian MCP KPK, Laporan Dana Desa Juga Banyak yang Tidak Sesuai

Baca juga: Tindaklanjuti Izin Kemendikbud, Ini Skema Rencana Penerapan KBM Tatap Muka di Kendal

"Sudah kami siapkan form yang diperlukan terkait hal-hal yang perlu disiapkan itu."

"Termasuk pembentukan satgas beserta tugasnya," ujar Wahyu kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (11/12/2020).

Selain itu, melalui Satgas, pihak sekolah diminta untuk bekerja sama dengan pihak penyedia fasilitas kesehatan terdekat.

Seperti rumah sakit, klinik, atau Puskesmas. 

Wahyu juga mempersilakan siswa untuk tidak mengikuti simulasi KBM tatap muka jika dalam keadaan sakit, ataupun orangtua siswa tidak mengizinkan.

Meski begitu, ia mengimbau agar pihak sekolah tetap memberikan pelayanan pendidikan yang sama melalui daring sebagaimana hak siswa tersebut.

"Dengan peningkatan kasus Covid-19 di Kendal saat ini, kami harus benar-benar berhati-hati."

"Kami kira dukungan orangtua untuk pembelajaran tatap muka bisa saja berkurang."

"Kami berusaha memulainya secara hati-hati untuk bisa melalui fase transisi dan pembiasaan baru ini," tuturnya. (Saiful Ma'sum)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Baca juga: 5 Puskesmas di Purbalingga Tutup Sementara setelah Sejumlah Nakes Positif Covid-19

Baca juga: Bawaslu OTT Pelaku Politik Uang di Purworejo, Temuan Juga di Purbalingga, Tersebar di 18 Kecamatan

Baca juga: Jelang Libur Nataru, Ini Kesiapan Pemkab Banjarnegara Antisipasi Lonjakan Wisatawan di Dieng

Baca juga: Perbaiki Jalan Rusak di Dieng, Bupati Banjarnegara Gunakan Uang Pribadi, Begini Tanggapan Ganjar

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved