Breaking News:

Berita Nasional

Penggunaan Premium Mulai Dihapus Tahun Depan, Berikut Keterangan Resmi Pertamina

Dalam keterangan resminya PT Pertamina (Persero) menjelaskan bahwa kebijakan penyaluran Premium merupakan kewenangan pemerintah.

PT PERTAMINA PERSERO
ILUSTRASI Layanan Pertashop PT Pertamina. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), mengatakan pada awal 2021 BBM jenis Premium akan dihapus untuk area Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).

"Syukur Alhamdulillah, kami sudah bertemu dengan Direktur Operasi Pertamina."

"Disampaikan jika per 1 Januari 2021, Premium di Jamali khususnya itu akan dihilangkan," ucap Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, MR Karliansyah.

Baca juga: Lima Jam Sudah Diketahui Hasilnya, RSUD Karanganyar Siapkan Penerapan Rapid Swab Antigen

Baca juga: Satu Pegawai Puskesmas Colomadu I Hasilnya Belum Keluar, DKK Karanganyar: Masih Uji Laboratorium

Baca juga: Butuh Waktu Satu Jam Evakuasi Mobil Nyemplung Sawah, Menyerempet Motor di Kemangkon Purbalingga

Baca juga: Jorge Lorenzo Diusir Yamaha, Kabarnya Bakal Merapat ke Aprilia Gantikan Andrea Iannone

Seperti dilansir dari Kompas.com, Sabtu (14/11/2020), ketiga area tersebut dikatakan menjadi tahapa awal.

Setelah itu, penghapusan BBM Premium akan disusul dengan kota-kota lainnya lagi yang ada di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, dalam keterangan resminya PT Pertamina (Persero) menjelaskan bahwa kebijakan penyaluran Premium merupakan kewenangan pemerintah.

"Pertamina berkomitmen mendorong penggunaan BBM dengan RON lebih tinggi."

"Karena selain baik bagi lingkungan, juga akan berdampak positif untuk mesin kendaran dan udara yang lebih bersih," ucap Pjs VP Corporate Communication Pertamina, Heppy Wulansari.

Selain edukasi, Pertamina juga memberikan stimulus berupa promo-promo BBM kepada konsumen.

Tujuannnya agar tergerak untuk mencoba BBM dengan kualitas lebih baik dan merasakan dampaknya ke mesin kendaraan melalui Program Langit Biru.

Halaman
12
Editor: deni setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved