Breaking News:

Penanganan Corona

Terbukti Reaktif Covid-19 Hasil Tes Rapid, 14 Penyelenggara Pilkada di Blora Tolak Jalani Tes Swab

Sebanyak 14 penyelenggara Pilkada di Blora menolak menjalani tes swab setelah dinyatakan reaktif hasil tes rapid.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rika irawati
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi virus Covid-19. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BLORA - Sebanyak 14 penyelenggara Pilkada di Blora menolak menjalani tes swab setelah dinyatakan reaktif hasil tes rapid. Akhirnya, petugas dari Dinas Kesehatan mereka melakukan isolasi mandiri selama minimal 10 hari.

"Kalau ketemu rapid reaktif (kepada penyelenggara Pilkada), langsung diswab. Tapi, ada yang tidak mau juga. Ketika rapid test reaktif, kami dorong untuk swab dan isolasi sambil nunggu hasil. Kalau tidak mau diswab, mohon isolasi mandiri minimal 10 hari di rumah," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora, Henny Indriyanti, Jumat (13/11/2020).

Selama beberapa hari terakhir, Dinas Kesehatan telah melakukan rapid test kepada 8.827 penyelenggara Pilkada.

Baca juga: Empat Kecamatan Kini Berzona Hijau di Blora, Lainnya Berisiko Rendah Hingga Sedang

Baca juga: Terekam Berjoget dan Bernyanyi Tak Pakai Masker, Bupati Blora: Bahwa Saya Salah, Saya Mohon Maaf

Baca juga: UMK 2021 Blora Direncanakan Naik Rp 60 Ribu

Baca juga: Enam Rumah di Kunduran Blora Ludes Terbakar, Api Diduga Bersumber dari Pengasapan Kandang

Dari tes rapid tersebut diketahui 8.597 penyelenggara pilkada dinyatakan nonreaktif, dan sisanya, 230 orang dinyatakan reaktif.

"Yang reaktif diswab. Namun, ada yang menolak (dilakukan swab) sekitar 14 orang," ujar Henny.

Rapid test bagi penyelenggara Pilkada ini menyasar sekitar 20 ribu orang meliputi Petugas Pemilih Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), dan petugas ketertiban di tempat pemungutan suara (TPS).

Sementara, hasil tes swab penyelenggara yang bersedia melakukan tes usap, belum diketahui.

Menurut Henny, sampel swab dikirim ke Kudus untuk diuji. Hasilnya, baru keluar tiga sampai empat hari setelah dikirim.

"Swab kami kirim ke Kudus. Dulu di Solo, sekarang sesuai dengan regionalisasi laboratorium, kami ke Kudus. Paling cepat, tiga sampai empat hari," ujar Henny.

Baca juga: Ada Kalender Bergambar Sang Istri di Bantuan Korban Angin Ribut, Bupati Blora Dilaporkan ke Bawaslu

Baca juga: DPR Bahas RUU Larangan Minuman Beralkohol: Peminum Terancam Dihukum 2 Tahun atau Denda Rp 50 Juta

Baca juga: Api Berhasil Dijinakkan, Hingga Pagi Pedagang Pasar Weleri Kendal Masih Selamatkan Barang Dagangan

Baca juga: Waspada Banjir, Purwokerto Malam Ini Diperkirakan Diguyur Hujan Lebat

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan selalu menjaga jarak). (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved