Berita Video

Video barcode

Ini terjadi lantaran jual beli di lapaknya menerapkan transaksi nontunai. Pembeli cukup memindai barcode di depan lapaknya saat akan membayar belanjaa

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO -  Berikut ini Video transaksi nontunai bikin penjualan di pasar nanis laris

Hampir satu tahun belakangan ini, Rahayu Yuli (35), pedagang Pasar Manis Purwokerto pulang tanpa membawa uang cash hasil jualan. Padahal, sayuran yang dia jual laris manis.

Ini terjadi lantaran jual beli di lapaknya menerapkan transaksi nontunai. Pembeli cukup memindai barcode di depan lapaknya saat akan membayar belanjaan.

Menurutnya, transaksi nontunai atau cashless ini justru meningkatkan penjualan dibanding transaksi tunai.

"Saya pakai fasilitas transaksi nontunai dan rasanya menjadi lebih praktis dan mudah karena kami melayani dari berbagai platform aplikasi, kadang lewat gojek, grab, dan aplikasi Becer. Bahkan, dari Whatsapps juga bisa," ujar Yuli kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (16/9/2020).

Semenjak memanfaatkan transaksi nontunai, ia mengaku lebih banyak menjangkau konsumen dari berbagai kalangan, terutama pendatang ataupun milenial.

Tantangan yang dihadapi saat ini adalah membagi waktu antara melayani pembeli yang menggunakan tunai ataupun yang nontunai.

Pendapat senada disampaikan Dewi Lestari (40), pedagang telur di Pasar Manis, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya transaksi nontunai.

"Manfaatnya buat para pembeli jadi lebih mudah dan praktis. Kalau saya, ambil uangnya juga langsung di ATM dan masuk ke tabungan, tidak repot mencari uang kembalian," ungkapnya.

Meski diakui, pembeli di lapaknya masih banyak yang menerapkan transaksi tunai. "Masih kecil sebenarnya yang pakai nontunai. Tapi, kalau ada yang pakai nontunai tetap saya layani," tandasnya.

Sementara itu, Kasubag bagian TU Pasar Manis Purwokerto, Wahyu Rianto, mengakui masih banyak kendala yang dihadapi dalam upaya digitalisasi transaksi di Pasar Manis.

Satu di antaranya, tidak semua pedagang mengenal perangkat smartphone dan belum lagi faktor usia mereka yang sudah tua.

Pihaknya terus mengimbau kepada pedagang yang telah menggunakan smartphone agar dapat memanfaatkan transaksi nontunai.

"Kalau transaksi nontunai itu, dari 500 pedagang, sekitar 20 persen yang sudah mulai menggunakan atau sekitar 50 sampai 100 pedagang yang sudah berkerjasama dengan sejumlah bank," paparnya.

Jumlah pedagang Pasar Manis saat ini sekitar 500 orang. Terdiri dari 150 pedagang kios dan 350 pedagang los.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved