Berita Purbalingga
Habib Luthfi Sebut Ibarat Orang Makan di Warung, Contoh Kerukunan Umat Beragama
Habib Lutfi itu mencontohkan, persatuan dan kerukunan antar umat beragama maupun suku ibarat di warung makan saat berpidato di Kabupaten Purbalingga.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Kemajemukan bangsa Indonesia, bukan menjadi faktor pudarnya persatuan dan kesatuan.
Hal itulah yang dikatakan Watimpres, Habib Luthfi bin Yahya, dalam pidatonya pada Silaturahmi Kebhinekaan di Gereja Santo Agustinus, Kabupaten Purbalingga, Rabu (16/09/2020).
Tokoh yang akrab disapa Habib Lutfi itu mencontohkan, persatuan dan kerukunan antar umat beragama maupun suku ibarat di warung makan.
Berbagai selera pengunjung dan menu yang tersedia bisa disandingkan dalam satu meja.
• Resmi, PKU Muhammadiyah Purbalingga Bermetamorfosis Jadi Rumah Sakit Umum
• Dua Bakal Paslon Kepala Daerah di Purbalingga Lolos Tes Kesehatan, 23 September Penetapan
• Dua Pemuda Asal Purbalingga Dibekuk Polisi, Kamar Kos di Banjarnegara Jadi Lokasi Pesta Sabu
• Begini Cara Pasutri Asal Purbalingga Ini Majukan Desanya, Ajak Remaja Bikin Mural Cartoon Village
"Misal seseorang memesan makan siang dengan lauk udang dan minum es teh."
"Di meja yang sama ada yang memilih menu ayam goreng dan minum es jeruk."
"Mereka bisa menikmati makanan dan minuman masing-masing sambil ngobrol," jelasnya.
Menurutnya, di warung makan tidak pernah terjadi pertengkaran atau perkelahian karena beda selera maupun pilihan menu.
Demokrasi warung makan itulah bisa menjadi contoh untuk memelihara persatuan dan kerukunan antar umat beragama dan suku.
"Hormati orang lain memilih menu yang berbeda itu."
"Hormati hak orang memeluk agama yang diyakininya," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (16/9/2020).
Dia menuturkan, memudarnya persatuan dan kesatuan bangsa, disebabkan pudarnya rasa ingin memiliki.

Hal ini sangat mudah untuk dipecah belah, mudah terpengaruh pada hal-hal sederhana.
Semisal halnya berita hoaks, saling curiga, hingga hilangnya rasa kepedulian.
"Oleh sebab itu tanamkanlah rasa handarbeni, seperti para pendahulu."
"Para pahlawan yang telah terbukti bisa mewujudkan bangsa ini, dengan kebersamaan maka menciptakan kekuatan," tukasnya.
Sementara itu, Dandim 0702 Purbalingga, Letkol Inf Decky Zulhas mengatakan, kondisi maupun situasi pandemi harus tetap mempertahankan persatuan dan kesatuan.
"Harus lebih maju lagi melangkah mengisi pembangunan serta mempertahankan persatuan dan kesatuan untuk mengatasi hambatan yang dihadapi," ujarnya.
Dia menuturkan, perbedaan merupakan suatu keniscayaan.
Namun lebih indah lagi adalah persamaan.
"Persamaan dalam hal visi, misi, suka cita untuk kemajuan bangsa ini, " pungkasnya.
Silaturahmi Kebhinekaan digagas Polres dan Kodim 0702 Purbalingga.
Kegiatan itu dihadiri Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, Kapolres AKBP Muchammad Syafi Maula, Dandi, Letkol Inf Decky Zulhas, dan unsur Forkompimda lainnya.
Kegiatan yang dimulai di Gereja St Agustinus dilanjutkan ke Masjid Agung Darussalaam dan Klenteng Hok Tek Bio Kabupaten Purbalingga. (Rahdyan Trijoko Pamungkas)
• Pemudik Masuk Banyumas Wajib Karantina, Pemkab Sudah Siapkan GOR Satria Purwokerto
• Layanan Command Center PLN Hadir di Purwokerto, Petugas Maksimal 45 Menit Tiba Lokasi Aduan
• Tingkah Pelajar SMK di Kebumen, Bukannya Mulut dan Hidung, Masker Justru untuk Tutupi Lampu Motor
• Ini Alat Cek Suhu Tubuh Milik Polres dan RSI Banjarnegara, Sekilas Tak Ada Bedanya dengan Drone