Berita Banyumas

Oleh Samsul Warga Banyumas Ini, Limbah Pipa PVC Disulap Jadi Lampu Hias, Awal dari Hobi Menggambar

Karena hobi menggambar logo musik metal itulah, banyak teman menyarankan supaya Samsul mencoba menggambar logo itu pada media papan kayu.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan

Saat merintis pada akhir 2018, Samsul sempat mengalami kesulitan karena tidak terbiasa menggunakan alat-alat seperti gergaji ataupun bor listrik.

Tahap pertama pembuatan lampu hias dari limbah pipa PVC biasanya diawali dengan pemotongan.

Ukurannya panjang pipa adalah sekira 30-45 sentimeter.

Setelah terpotong kemudian pipa itu diamplas dan dibersihkan dari kotoran-kotoran yang menempel.

Setelah itu barulah memulai proses menggambar pada pipa yang biasanya gambar dapat dipesan sesuai keinginan.

Syamsul Ma'arif (39) warga RT 05 RW 02, Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas perintis usaha lampu hias atau lampion dari limbah pipa PVC atau paralon.
Syamsul Ma'arif (39) warga RT 05 RW 02, Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas perintis usaha lampu hias atau lampion dari limbah pipa PVC atau paralon. (TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI)

Ini Alat Cek Suhu Tubuh Milik Polres dan RSI Banjarnegara, Sekilas Tak Ada Bedanya dengan Drone

Korban Tenggelam Bertambah Lagi di Pantai Logending Kebumen, Nelayan Asal Nusawungu Cilacap

Dua Bakal Paslon Kepala Daerah di Purbalingga Lolos Tes Kesehatan, 23 September Penetapan

"Gambar bisa pesan atau custom sesuai keinginan pembeli."

"Biasanya ada yang kaligrafi, motif bunga, tokoh pewayangan, sampai gambar superhero seperti Spiderman yang disukai anak-anak juga bisa," katanya.

Setelah digambar barulah proses pengukiran menggunakan bor kecil supaya tampak lebih nyata dan timbul.

Pipa yang sudah terukir itu diamplas lagi dan disemprot menggunakan cat semprot atau piloks lalu dijemur dan tunggu hingga kering.

Setelah kering barulah dudukan lampu dibuat yang kemudian dijadikan satu dengan pipa PVC yang sudah dibuat tadi.

Satu buah lampu hias berbahan pipa paralon bekas karya Samsul biasanya dihargai Rp 90 ribu hingga Rp120 ribu, tergantung tingkat kesulitan.

"Kalau pemasaran sejauh ini adalah melalui online saja."

"Sudah sampai Bekasi, ada pernah di Wonosobo, paling jauh adalah Kalimantan," tambahnya.

Ia mengungkapkan, jika dalam sebulan bisa menerima pesanan 10-15 lampu hias.

Terkait omset, dirinya belum dapat memastikan karena semua itu tergantung pada pesanan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved