Berita Ekonomi Bisnis
Tahu Merugi, Tentrem Mal Semarang Kok Tetap Dibuka? Irwan Hidayat: Demi Lapangan Kerja dan Ekonomi
Sudah tahu merugi, tapi kok tetap jalan terus? Spirit awal kami demi buka lapangan kerja dan gairahkan kembali perekonomian di Kota Semarang.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Hotel, Mal, dan Apartemen Tentrem di Jalan Gajah Mada Semarang yang diresmikan pada Kamis (13/8/2020), akhir-akhir ini kembali menjadi perbincangan publik dan ngetren di media sosial.
Antrean panjang pengunjung yang berdesak-desakan hingga rela tiduran di lantai mal hanya untuk menyaksikan teknologi video mapping akuarium laut raksasa di langit-langit mal itu.
Tak pelak pula, suasana di Tentrem Mal Semarang tersebut viral di medsos beberapa terakhir ini.
• Ulugbek Razukulov Minta Tolak Angin Bisa Diekspor ke Uzbekistan, Karena Hal Ini
• Hetty Andika Perkasa: Saya Rutin Minum Tolak Angin Sebelum Tidur
• Perdana di Tengah Pandemi Covid-19, Sido Muncul Ekspor Satu Kontainer Tolak Angin ke Arab Saudi
• Pertumbuhan Ekonomi Jateng Minus 5,94 Persen, Ini Strategi Gubernur Ganjar Pranowo
Namun bukan sekadar soal antusiasme atau kegembiraan pengunjung di kala bisa secara langsung menyaksikan serta mengobati rasa penasarannya.
Tak dimungkiri, foto dan video yang beredar di khalayak seolah menggambarkan tingkat antusiasme pengunjung mal yang terkesan abai terhadap protokol kesehatan di era new normal.
Pendapat, pandangan akhirnya bermunculan dari berbagai kalangan.
Hingga akhirnya diputuskan untuk sementara waktu video mapping di langit mal tersebut dimatikan sejak Senin (24/8/2020).
Kondisi tersebut tidak ditampik owner Hotel, Mal, dan Apartemen Tentrem Semarang, Irwan Hidayat.
Secara khusus dirinya mencoba menjelaskan secara rinci spirit ataupun alasan mengapa Hotel dan Mal Tentrem Semarang dibuka serta diresmikan di tengah masa masih pandemi seperti saat ini.
"Jauh hari sebelum pandemi mewabah, kami sudah rencanakan akan meresmikan Hotel, Mal, dan Apartemen Tentrem Semarang pada 23 April 2020."
"Namun, karena situasi dan kondisi Indonesia yang sedang dilanda pandemi Covid-19, keputusan tersebut kami batalkan."
"Ada dua hal penting yang jadi pertimbangan kami kala itu," kata Irwan kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (26/8/2020).
Dia menerangkan, bahan pertimbangan pertama adalah akan diresmikan sebelum pandemi atau sesudahnya.
Apabila diresmikan pada 2021, belum tentu juga dipastikan pandemi Covid-19 ini sudah berlalu.
"Akhirnya kami di jajaran manajemen bersepakat untuk meresmikannya di masa pandemi, tepatnya pada Kamis (13/8/2020)."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/tentrem-mal-semarang-1.jpg)