Breaking News:

Teror Virus Corona

Pemkab Banyumas Waspadai Klaster Baru Covid-19 dari Perkantoran

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, data terbaru, total positif Covid-19 di Banyumas mencapai 290 kasus, dengan rincian 236 kasus sembuh.

TRIBUNBANYUMAS.COM/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Banyumas Achmad Husein di Purwokerto, Rabu (19/8/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Kasus Covid-19 di Banyumas masih menunjukan tren kenaikan dan penambahan. Bahkan, muncul klaster baru di perkantoran yang membuat pemkab terus mewaspadai.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan, data terbaru, total positif Covid-19 di Banyumas mencapai 290 kasus, dengan rincian 236 kasus sembuh atau 81 persen.

Sementara, mereka yang masih menjalani perawatan 47 orang (16 persen), dan yang meninggal ada tujuh orang (2,4 persen).

2 Anggota DPRD Banyumas Positif Covid-19 sepulang Kunjungan Dinas dari Jawa Barat

Seorang Pejabat Pemkab Kendal Meninggal saat Dirawat di RS karena Terpapar Covid-19

Dalam Dua Pekan, Kasus Covid-19 di Wonosobo Bertambah 46 Kasus. Ini yang Dilakukan Pemkab

Total yang telah di swab 8.880 orang dengan rincian, 2.987 orang berasal dari swab reguler dan 5.943 adalah swab massal.

Kemudian, reproduksi efektif di Banyumas berada di angka 1.57 persen. Angka tersebut masih tinggi dari standar WHO, dimana dikatakan terkendali jika berada di angka 1 persen.

Akan tetapi, angka positivity rate nya, menurut bupati, berada di 2.63 persen yang jauh dari ketentuan WHO, yaitu 5 persen.

Angka tersebut juga jauh di bawah rata-rata nasional sekarang yang berada di 12 persen.

"Kesimpulannya, di Banyumas, angka terkonfirmasi positif masih terus bertambah dan belum terkendali meskipun penilaian provinsi masuk berkategori berisiko rendah," ujar Achmad Husein, Sabtu (22/8/2020).

Bupati menambahkan jika tambahan kasus positif tersebut berasal dari hasil swab massal, tes mandiri, atau juga tes karena gejala yang dialami.

Cukup Gunakan Air Rendaman Beras, Kulit Wajah Lebih Kencang dan Glowing

Padam Setelah 12 Jam, Tim Puslabfor Polri Langsung Selidiki Pemicu Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung

Satu Keluarga di Baki Ditemukan Tewas Mengenaskan di Rumah, Pelaku Teman Dekat dan Tetangga Korban

Sebelumnya, sempat ada klaster pasar, perbankan, dan klaster Brobahan. Namun, klaster-klaster tersebut telah mampu diatasi secara baik dan dinyatakan aman.

"Sekarang muncul klaster perkantoran, terutama layanan masyarakat, misalnya adalah ada enam puskemas yang ditutup karena tenaga kesehatan positif Covid-19. Tapi, lima puskesmas sudah dibuka, yaitu, di Wangon 1, Jatilawang, Cilongok 1, Somagede, Kebasen. Tinggal Kemranjen 2 yang masih ditutup" ungkapnya.

"Sedangkan kantor DRPD juga masih ditutup sampai Rabu pekan depan, sebab ada dua anggota dewan yang positif Covid-19 dan berindikasi kuat bertambah lagi," jelasnya.

Karena ditemukan kasus positif di lingkungan DPRD maka seluruh ruangan di gedung wakil rakyat tersebut disemprot disinfektasi dan seluruh anggota DPRD harus menjalani swab ulang, walaupun satu bulan lalu sudah sempat di swab.

Terkait masalah belajar tatap muka, bupati baru akan merancang mulai simulasi dan penyusunan SOP lebih detail pada Senin besok. (Tribunbanyumas/jti)

Rudi, Pemain Jaran Kepang di Banjarnegara Tewas Tenggelam saat Ikuti Ritual Kungkum di Sungai Serayu

Antisipasi Kerusuhan saat Pilkada, Polres Kebumen Gelar Latihan Dalmas

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved