Berita Feature
Kisah Aisyah Lumpuh Sejak Usia 4 Bulan, Hanya Berbaring di Kamar, Kulitnya Juga Mulai Mengelupas
Terkadang Saelah dan Ramlan bergantian mengangkat tubuh Siti Aisyah ke depan di pagi hari agar tubuhnya mendapatkan sinar matahari pagi.
Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
Bahkan tak dapat melakukan semua hal secara mandiri.
Saelah juga tak tinggal diam.
Menurutnya, pengobatan alternatif juga dicobanya.
Dia berharap dengan hal itu Aisyah bisa sembuh.
"Wah sudah tidak bisa dihitung biaya yang dikeluarkan untuk mengobati Aisyah."
"Banyak yang sudah kami coba, di rumah sakit juga, kontrol, tapi belum membuahkan hasil," urainya terbata-bata.
• Santri Ponpes Jadi Pahlawan Masker di Era New Normal, Impian Gus Khayat Dimulai di Banjarnegara
• Wali Kota Tegal: Sekolah Madrasah Harus Sudah Ada Tiga Tingkatan di Tiap Kelurahan
• Besok Kamis, Relawan Mandiri Covid-19 Kota Tegal Dilantik Dedy Yon
• Isu Kembalinya Praktik Prositusi di GBL Semarang, Ini Fakta Hasil Sidak Pengurus Paguyuban
Kegiatan Aisyah sehari-hari, menurut Saelah, hanya tiduran di kamarnya.
Dia pun hanya ditemani televisi yang dihidupkan untuk memecah kesunyian.
Terkadang Saelah dan Ramlan bergantian mengangkat tubuh Siti Aisyah ke depan di pagi hari agar tubuhnya mendapatkan sinar matahari pagi.
Sementara Saelah dan Ramlan juga bergantian menemaninya di rumah.
Ramlan yang bekerja serabutan, dan Saelah baru saja dirumahkan.
Meski sebenarnya Saelah sudah mengabdi di salah satu pabrik di Kabupaten Semarang sejak 1993.
Menurutnya, kondisi tersebut turut memperparah keadaan keluarganya saat ini.
"Kadang badannya bisa kaku sekali, terkadang juga bisa sangat lemas seperti tak ada tulangnya," paparnya.
Aisyah juga menurutnya tak dapat memberikan kode kepada orangtuanya di saat lapar dan haus.