Minggu, 19 April 2026

Berita Nasional

Spesifikasi Jet Tempur Idaman Prabowo Eurofighter Typhoon, Mampu Melesat 2.469 KM per Jam

Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berminat membeli jet tempur Eurofighter Typhoon.

Editor: Rival Almanaf
Kompas.com
Eurofighter Typhoon 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berminat membeli jet tempur Eurofighter Typhoon.

Jenis jet tempur tersebut merupakan salah satu armada perang paling mahal yang dibuat Eropa.

Kabar mengenai pembelian jet tempur itu diketahui setelah Prabowo berkirim surat kepada Menteri Pertahanan Austria Klaudia Tanner soal tawaran untuk membeli 15 jet tempur Eurofighter Typhoon bekas pakai milik Austria.

Wacana pembelian jet tempur oleh Prabowo itu menuai kontroversi.

Lowongan Kerja di Semarang dan Sekitarnya Minggu 26 Juli 2020 dari Arsitek hingga PRT

Prakiraan Cuaca di Wilayah Tegal Minggu 26 Juli 2020, Cerah Berawan Mendominasi.

Cara Mengemas Frozen Food, Salah Satu Model Bisnis yang Omzetnya Meningkat saat Pandemi Corona

Arti Mimpi Kiamat Ternyata Tidak Seburuk Bayangan Kita

Mengutip pemberitaan Kompas.com, 22 Juli 2020, rencana pembelian jet tempur tersebut dinilai belum memiliki kajian yang komprehensif terkait rencana pengadaan alat utama sistem persenjataan dalam rangka mendukung kebijakan pertahanan Indonesia.

Hal yang memberatkan lainnya yakni jet tempur tersebut dianggap memiliki kesamaan dengan Sukhoi-35 buatan Rusia.

Berikut spesifikasi dari jet tempur Eurofighter Typhoon:

Miliki fleksibilitas

Eurofighter Typhoon telah dikembangkan dalam tiga varian, yaitu Tranche 1, Tranche 2 dan Tranche 3A.

Sementara, yang dilirik Menhan Prabowo yakni varian Tranche 1.

Mengutip laman resmi Eurofighter, pesawat tempur ini memiliki tingkat fleksibilitas dan efisiensi yang patut ditiru.

Eurofighter Typhoon juga diklaim memiliki ketersediaan senjata yang memadai karena dapat mengangkut hingga enam bom, dan membawa enam rudal, meriam, dan pod penargetan.

Jet tempur ini juga memiliki kekuatan pemrosesan yang memadai untuk secara simultan mendukung pembaruan rudal dalam pesawat dan penargetan bom dalam penerbangan.

Pesawat ini dibangun dengan material komposit canggih untuk menghasilkan profil radar rendah dan badan pesawat yang kuat.

Hanya 15 persen permukaan pesawat yang terbuat dari logam, memberikan operasi siluman dan perlindungan dari sistem berbasis radar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved