Breaking News:

Berita Purbalingga

BNNP Jateng: Pengguna Tembakau Gorilla Terbanyak di Purbalingga Anak Muda Perpenghasilan Besar

BNNP Jawa Tengah menyoroti kasus penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Purbalingga, terutama dalam hal penggunaan tembakau gorilla.

TRIBUNBANYUMAS/Istimewa/Dok BNNP Jateng
Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjend Pol Benny Gunawan memaparkan data penyalahgunaan narkoba di Purbalingga pada Rapat Kerja Pemberdayaan Antinarkoba pada Instansi Pemerintah, di obyek wisata Pancuran Mas Purbayasa, Padamara, Kamis (23/7/2020) . 

Laporan Wartawan Tribun Banyumas, Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menyoroti kasus penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Purbalingga, terutama dalam hal penggunaan tembakau gorilla.

Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjend Pol Benny Gunawan menuturkan, penyalahgunaan narkoba jenis ini dikarenakan harganya yang murah.

Benny mengatakan, mereka yang membeli narkoba jenis ini kebanyakan kalangan muda yang berpenghasilan besar.

"Saya punya data penyalahgunaan tembakau gorilla di Purbalingga, paling banyak dikonsumsi para pecandu. Langkah-langkah preventif harus dilakukan sebelum penegakan hukum atau langkah represif dilakukan," tutur dia saat memberikan pemaparan pada acara rapat kerja pemberdayaan anti narkoba pada instansi pemerintah, di obyek wisata Pancuran Mas Purbayasa, Padamara, Kamis (23/7/2020) .

Benny menekankan kepada para penegak hukum, khususnya Sat Narkoba Polres Purbalingga, untuk bisa mempertimbangkan menjerat para pengedar menggunakan pasal tindak pidana pencucian uang meskipun barang bukti yang ditemukan saat kejadian sangat minim.

Pihaknya meminta kapolsek dan danramil yang hadir pada kegiatan tersebut juga meningkatkan sosialisasi tentang kesukarelaan masyarakat melapaor terkait penyalahgunaan narkoba ini.

Termasuk, mereka yang menggunakan atau pecandu karena pecandu yang melapor secara sukarela tidak akan diproses hukum. Namun, jika para pecandu akhirnya tertangkap pihak berwajib maka sanksi beratpun menanti.

"Sampaikan kepada orangtua yang anaknya pecandu atau kepada siapa pun agar jangan takut melapor untuk kemudian kami rehab. Justeru, kalau malah tertangkap, sanksinya bisa berat," kata dia. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved