SDD Meninggal Dunia

Dari Surakarta untuk Indonesia, Berikut Profil Lengkap Sapardi Djoko Damono

Penyair kelahiran Surakarta 80 tahun silam itu telah meninggal dunia. Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada Minggu (19/7/2020).

Editor: Rival Almanaf
Kompas
Penyair Sapardi Djoko Damono dengan penuh perasaan membacakan puisi dalam acara Malam Baca Puisi Selebriti yang diadakan oleh panitia Festival November 1998 yang berlangsung di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jumat (4/12/1998).(KOMPAS/JOHNNY TG) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Penyair kelahiran Surakarta 80 tahun silam itu telah meninggal dunia.

Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada Minggu (19/7/2020).

Dia kerap dipanggil dengan nama akrab, SDD.

Berikut profil sastrawan yang dikenal dengan karya puisi Hujan di Bulan Juni tersebut.

 Makan Tak Mau Bayar hingga Keluarkan Airsoftgun, Pria Mengaku Aparat di Semarang Ditangkap Tim Elang

Berita Duka: Sapardi Djoko Damono Penyair Hujan di Bulan Juni Meninggal Dunia

Chord dan Lirik Lagu Sapardi Djoko Damono (Lagunya Begini Nadanya Begitu) Jason Ranti

AC Milan Jadi Tim Tersubur di Serie A Setelah Lockdown, Pertanda Masa Kejayaan Akan Kembali?

Sapardi Djoko Damono adalah seorang punjagga kebanggaan Indonesia yang lahir di Surakarta, 20 Maret 1940.

Sapardi dikenal melalui berbagai puisi mengenai hal-hal sederhana tapi penuh dengan makna kehidupan.

Hal itu yang membuat karyanya begitu popular di Indonesia, baik di kalangan sastrawan maupun khalayak umum.

Sapardi Djoko Damono menghabiskan masa mudanya di Surakarta.

Dia menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 2 Surakarta pada tahun 1955 dan lulus dari SMA Negeri 2 Surakarta pada 1958.

Kemudian, Sapardi melanjutkan pendidikannya demi mengembangkan bakat dan kesukaannya menulis di jurusan Bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Pada tahun 1973, Sapardi meninggalkan Semarang menuju Jakarta untuk menjadi direktur pelaksana Yayasan Indonesia yang menerbitkan majalah sastra Horison.

Sapardi Djoko Damono pernah mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) di Universitas Indonesia pada tahun 1999-2004.

Selain itu, dia pernah menjabat menjabat sebagai dekan Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia periode 1995-1999 dan menjadi guru besar.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved