Berita Viral
Cara PSK di Bolivia Tetap Bekerja di Tengah Pandemi Jadi Perbincangan Dunia
Pandemi virus corona tidak menyurutkan bisnis prostitusi di beberapa negara, salah satunya Bolivia.
TRIBUNBANYUMAS.COM - Pandemi virus corona tidak menyurutkan bisnis prostitusi di beberapa negara, salah satunya Bolivia.
Banyak Pekerja Seks Komersial ( PSK) di Bolivia mengatakan akan kembali bekerja dengan memakai jas hujan tembus pandang.
Selain itu, pakaian lain yang digunakan sebagai pelindung adalah sarung tangan dan menyemprotkan cairan pemutih di tempat-tempat tertentu.
Menurut mereka, rekomendasi itu diberikan oleh Organisasi Pekerja Malam Bolivia (OTN-B), demi menjaga keamanan semua orang.
• Kasus Djoko Tjandra Sudah Memakan Korban Tiga Jenderal Polisi yang Dicopot dari Jabatannya
• Jadwal MotoGP Hari Ini Sabtu 18 Juli ada Free Practice dan Kualifikasi, Disiarkan Trans 7
• Pencuri Sepeda Motor Spesialis Warung Makan Diringkus Polsek Semarang Tengah
• Kemensos Terjunkan Layanan Dukungan Psiokososial (LDP) Untuk Korban Banjir di Luwu Utara
Prostitusi di negara Amerika Selatan itu legal dan diatur di rumah bordil berlisensi.
Setelah menerapkan lockdown pada Maret, kini pembatasan sedikit diringankan di Bolivia.
Akan tetapi beberapa pekerjaan - termasuk PSK - masih dibatasi jam kerjanya, dan jam malam juga masih berlaku di sana.
Dilansir dari BBC pada Kamis (16/7/2020), Vanesa yang merupakan single mother dari dua anak mengatakan, dia perlu bekerja untuk membiayai studinya.
"Klien-klien kami menghargai masalah keselamatan, bahwa kami mengambil langkah-langkah ini demi keamanan kami, tapi juga untuk mereka," katanya.
Pekerja lainnya yang bernama Antonieta mengatakan, dia memakai masker wajah kertas, kacamata plastik, sarung tangan, dan jas hujan.
Dia juga menyemprotkan cairan pemutih ke tiang yang digunakannya saat menari di rumah bordilnya.
"Pakaian biosekuriti memungkinkan kami bekerja dan melindungi diri kita sendiri," ucapnya dikutip dari BBC.
OTN-B bulan lalu bertemu dengan Kementerian Kesehatan Bolivia, untuk menyerahkan buku setebal 30 halaman yang berisi panduan menjaga keamanan bagi wanita.
Lily Cortes sebagai perwakilan dari serikat PSK Bolivia mengatakan, ini adalah masa sulit bagi semua orang, tetapi pembatasan menempatkan perempuan pada risiko besar.
"Kami juga bagian dari masyarakat Bolivia, kami adalah pekerja seks, wanita, bibi, dan nenek yang juga harus khawatir tentang jam kerja kami."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/psk-di-bolivia-bekerja-memakai-masker-pelindung-wajah-dan-jas-hujan-tembus-pandang.jpg)