Berita Banjarnegara
Warga Binaan Kasus Narkoba di Banjarnegara Melahirkan Seorang Bayi
Seorang warga binaan di Lapas Banjarnegara melahirkan bayi perempuan. On (34), perempuan muda asal Jakarta berhasil melewati masa sulit.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Rival Almanaf
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Seorang warga binaan di Lapas Banjarnegara melahirkan bayi perempuan.
On (34), perempuan muda asal Jakarta berhasil melewati masa sulit persalinan di RSUD Hj Anna Lasmanah Banjarnegara.
Saat melahirkan, ia masih berstatus warga binaan di Lapas Banjarnegara. Dia ditahan karena kasus narkoba.
Medio Maret 2020 lalu, Satnarkoba Polres Banjarnegara menangkap On (34), yang merupakan warga Kelurahan Kapuk Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat.
• Adik Ipar Ganjar Tantang Petahana dalam Pilbup Purbalingga, PKB Berikan Rekomenadsi Paslon Oji-Jeni
• Dua Pria Berseragam TNI Ratusan Kali Merampok, Berakhir di Bandung setelah Kaki Ditembak Polisi
• Jadwal Acara TV Hari Ini Selasa 14 Juli 2020: Trans TV, Trans 7, SCTV, RCTI, Net TV, dan GTV
• Jatah Klub Liga Inggris Cuma Tinggal Dua di Liga Champions, Seusai Banding Man City Diterima
Perempuan itu ditangkap di dalam sebuah minimarket di sekitar alun-alun Banjarnegara.
Petugas mulanya mencurigai akan ada transaksi sabu di seputaran kota.
Hingga ia yang dicurigai tak berkutik saat ditangkap polisi di dalam minimarket.
On ternyata sedang hamil 4 bulan saat ditangkap.
Saat berseragam tahanan di Mapolres Banjarnegara, perutnya memang terlihat buncit.
Ia bahkan sempat terhuyung dan hampir jatuh saat diminta berdiri dalam acara konferensi pers tentang kasusnya.
Hingga wanita yang mencuri perhatian kala itu dipersilakan duduk di kursi untuk menjaga kondisinya yang hamil.
Ia tetap dihukum karena dianggap bersalah.
On dijerat dengan pasal 112 ayat (1) dan paaal 127 ayat (1) huruf A UU R1 Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.
Meski perempuan itu tak mengakui jika sabu seberat 0,4 gram adalah miliknya.
Dalam pengakuannya, ia hanya dititipi seorang teman perempuan yang mengajaknya jalan-jalan ke Banjarnegara.
Sesampai di Banjarnegara, temannya memintanya membelikan minyak telon ke sebuah mini market.
Sedang dia beralasan hendak ke ATM. Di toko itulah, On diringkus polisi.
Penjara yang dingin tentu tidak ramah bagi wanita hamil sepertinya.
Ia mestinya tinggal nyaman di rumah dimanja suami sembari menunggu kelahiran.
Tetapi apa boleh buat, On harus mendekam di penjara karena perbuatannya. Ia harus kuat dan berjuang keras membesarkan janin dalam penjara.
Ia nyatanya tangguh. Bayinya pun ampuh. Ia berhasil melewati masa sulit dalam bui.
Hingga waktu persalinan tiba, seorang bayi cantik keluar dari rahimnya. Ia pun dibebaskan dari penjara.
Alhasil ia mendapat kebahagiaan ganda. Kelahiran sang putri akan berdampak positif bagi perubahan hidupnya.
"Insyaallah saya akan memperbaiki hidup saya,"katanya.
• Jadwal Liga Inggris, Nanti Kick Off Pukul 02.00, Ini Link Live Streaming Man United Vs Southampton
• Terbang Enam Jam, Space Perspective Tawarkan Sensasi Wisata Luar Angkasa Gunakan Balon Udara
• Berapa Sih Harga Alat Rapid Test Sebenarnya? Ini Kata Produsen Alkes di Indonesia
• Video SMPN 2 Purwokerto Pinjamkan 277 Tablet untuk Siswa Kurang Mampu
On akhirnya menghirup udara bebas. Beruntung masa tahanannya berakhir.
Ia yang sudah membesarkan janin dalam penjara, tentu tak ingin merawat bayinya di dalam tahanan.
Jangan sampai bayinya ikut merasakan dinginnya lantai penjara.
Tempatnya adalah di rumah. Di sana anak itu layak mendapat perhatian dari orang tua tersayang.
On dan bayinya akhirnya dipulangkan ke tempat asalnya di Jakarta.
Ia diantar tenaga medis dan pejabat Pemkab Banjarnegara dengan perlakuan istimewa.