Breaking News:

Berita Kriminal

Dua Pria Berseragam TNI Ratusan Kali Merampok, Berakhir di Bandung setelah Kaki Ditembak Polisi

Dua Pria Berseragam TNI Ratusan Kali Merampok, Berakhir di Bandung setelah Kaki Ditembak Polisi

KOMPAS.COM/AGIE PERMADI
Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan dam Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Inf Donny Ismuali Bainuri tengah memperlihatkan barang bukti dan dua pelaku curas yang mengaku TNI saat melakukan aksinya. Keduanya diperlihatkan saat polisi menggelar Konferensi pers di Mapolresta Bandung, Senin (13/7/2020) 

"Hasil pendataan ada 136 TKP, namun yang muncul laporan polisinya baru 12. Mereka beroperasi selalu menggunakan seragam TNI dan juga pistol mainan."

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANDUNG - Dua orang pria berseragam TNI ratusan kali beraksi melakukan aksi perampokan di wilayah Bandung Raya.

Aksi dua TNI gadungan ini berakhir di tangan polisi saat ditangkap di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Polisi terpaksa memberi keduanya hadiah timah panas pada satu kaki masing-masing, karena melawan saat hendak dilakukan penangkapan.

Kedua TNI gadungan yang sudah ratusan kali merampok itu yakni YS (42) dan SY (44).

Pria di Banyumas Kenalan Bilang Anggota Kopassus Berpangkat Mayor, Setelah Menikah Ngaku Tukang Jam

Pegawai Kontrak Penemu Uang Rp500 Juta di KRL Diangkat Pegawai Tetap: Terima Kasih Pak Erick

Terungkap, Ahli Epidemiologi Minta Pemerintah Hentikan Rapid Test: Gak Ada Guna, Stop Sama Sekali

Ombudsman Jateng Ungkap Rapid Test Jadi Lahan Bisnis untuk Keuntungan Segelintir Oknum

Adapun keduanya adalah buruh harian lepas yang merupakan warga Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengatakan, dua TNI gadungan ini beraksi sejak 2018 hingga sekarang.

"Hasil pendataan ada 136 TKP, namun yang muncul laporan polisinya baru 12," kata Hendra saat konferensi pers di Mapolresta Bandung, Senin (13/7/2020).

Berbekal pistol mainan, YS dan SY melakukan perampokan di sekitar wilayah Bandung Raya seperti Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi.

"Mereka beroperasi selalu menggunakan seragam TNI."

"Modusnya mengincar korban seperti penumpang, atau pengakut barang-barang niaga pada saat malam hari, dengan harapan korban membawa hasil penjualan," kata Hendra.

Halaman
123
Editor: yayan isro roziki
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved