Berita Pendidikan
29 SMP Negeri di Purbalingga Masih Kurang Siswa, Solusi Dindikbud: Boleh Buka Pendaftaran Offline
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri di Kabupaten Purbalingga telah diumumkan serentak secara daring pada Selasa (7/7/2020).
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri di Kabupaten Purbalingga telah diumumkan serentak secara daring pada Selasa (7/7/2020).
Selain mengumumkan secara daring, 54 sekolah juga mengumumkan secara offline, yakni dengan cara menempel pengumuman di sekolah masing-masing.
Dari 54 SMP Negeri, terdapat 29 SMP di Kabupaten Purbalingga yang masih kekurangan siswa.
• Polemik Jembatan Banagara Banjarnegara, Warga Tolak Buka Portal, Pekerja Tambang Ngadu ke Dewan
• Delapan Tenaga Kesehatan Positif Corona di Banyumas, Bupati Achmad Husein: Hasil Tes Swab Massal
• Belum Jelas Kapan Cairnya, Insentif Tenaga Medis dalam Kasus Covid-19 di Kabupaten Purbalingga
• TNI Bersama Warga Akhirnya Robohkan Rumah Nenek Tuna Netra di Pucungbedug Banjarnegara
Data yang diperoleh Tribunbanyumas.com, Selasa (7/7/2020), kuota zonasi ada 5.790 siswa, pendaftar 5.550 siswa atau 95,85 persen, dan yang diterima 5.550 siswa.
Selain itu, kuota afirmasi 1.522 orang, pendaftar 1.422 atau 93,43 persen, dan diterima 1.422 orang.
Kemudian kuota perpindahan orangtua ada 141 siswa, pendaftar 106 atau 75,18 persen, dan diterima 106 orang.
Terakhir kuota prestasi ada 3.019 orang, pendaftar 2.784 orang atau 92,22 persen, diterima 2.784 orang.
Sementara, dari data tersebut terdapat 29 SMP negeri di daerah pinggiran yang mengalami kekurangan siswa.
Kabid Pembinaan SMP Dindikbud Kabupaten Purbalingga, Joko Sumarno menerangkan, PPDP online telah menggunakan jarak koordinat.
Hal ini telah sesuai asas keadilan sebagaimana yang diatur dalam Permendikbud RI.
"Namun untuk sekolah yang kekurangan siswa, sudah dirancang sesuai petunjuk teknis dapat membuka pendaftaran melalui offline luar daring (luring)," tutur dia.
Dikatakannya, pendaftaran daring tersebut dilakukan pada 6 hingga 8 Juli 2020.
Pihaknya juga meminta sekolah yang masih memiliki kuota dan kekurangan siswa agar menerima siswa dari sekolah manapun.
"Misalnya di SMP Negeri 1 atau SMP Negeri 2 kelebihan pendaftar, SMP Negeri 3 yang kurang siswa bisa ambil dari kedua sekolah itu," tutur dia.
Ia berkata, dari daya tampung yang ada masih kekurangan siswa, ada beberapa faktor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/smp-negeri-kekurangan-siswa-di-purbalingga.jpg)