Rabu, 8 April 2026

Edukasi

55 Persen Sekolah Belum Siap New Normal Pembelajaran

Berdasarkan hasil survei dilakukan FSGI selama 6-8 Juni 2020, sebanyak 55,1 persen sekolah belum siap dengan kenormalan baru dalam pembelajaran.

Editor: Rival Almanaf
Kompas.com
Siswa sekolah dasar di Natuna, Kepulauan Riau, mengenakan masker saat berada di area sekolah mereka, Selasa (4/2/2020). Hampir seluruh warga di Natuna menggunakan masker menyusul keputusan Pemerintah RI untuk menempatkan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, di pulau tersebut.(AFP/RICKY PRAKOSO) 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Federasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI) mengapresiasi keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) yang mengizinkan pembukaan sekolah dan kegiatan belajar tatap muka di wilayah zona hijau.

Namun, FSGI menilai pelaksanaan rencana itu tidak akan mudah. Berdasarkan hasil survei dilakukan FSGI selama 6-8 Juni 2020, sebanyak 55,1 persen sekolah belum siap dengan kenormalan baru dalam pembelajaran.

Ada sejumlah kendala dialami sekolah terkait kesiapan membuka aktivitas belajar mengajar tatap muka, di antaranya kesiapan sarana-prasarana sekolah dan anggaran.

Daftar Motor Sport Bekas dengan Harga di Bawah Rp 10 Juta

Seorang Pria di Semarang Meninggal Usai Salat Magrib di Musala, Ada Alat Bantu Pernapasan Terpasang

Sepasang Kekasih di Semarang Dikeroyok Lima Lelaki, Diduga Berawal dari Cek-cok di Sunan Kuning

Covid-19 di Banyumas Belum Berakhir, Masih Menyisakan Tiga Klaster Utama

“Ada 53 persen responden sekolah yang belum siap dari segi sarana prasarana penunjang pembelajaran untuk mendukung kenormalan baru, terutama di zona hijau,” kata Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim dalam paparannya secara daring (16/6/2020).

Berikutnya terkait protokol kesehatan dengan persentase 49,2 persen.

Hal itu dinilai sangat logis karena Kemendikbud dan Kementerian Agama (Kemenag) belum membuat protokol kesehatan sekolah di masa kenormalan baru.

Bila disosialiasikan, maka membutuhkan waktu lebih lagi.

Faktor anggaran Persoalan lainnya yaitu kesiapan anggaran yang mencapai 47 persen.

Menurut Satriwan, masih banyak sekolah tidak tahu sumber uangnya untuk memenuhi semua kebutuhan sarana prasarana.

“Sampai sekarang pemerintah pusat dan daerah juga belum membuat realokasi anggaran khusus (misalnya) untuk penyiapan sarana tersebut."

"Jadi sekolah masih menunggu kebijakan anggaran yang bisa dipakai untuk menyiapkan semua kebutuhan sarana infrastruktur,” ujar Satriwan.

Bila menggunakan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), belum sepenuhnya cukup untuk memenuhi segala kebutuhan sekolah.

Sebab, setiap sekolah memiliki persoalan sendiri dan pemanfaatan dana tersebut seperti untuk gaji guru, perlengkapan belajar, penyediaan fasilitas protokol kesehatan, dan lainnya.

“Harus ada alokasi anggaran khusus di luar Dana BOS untuk memenuhi kebutuhan penyediaan sarana-prasarana penunjang protokol kesehatan di masa kenormalan baru nanti,” kata Satriwan.

Survei kesiapan sekolah Survei ini dilakukan FSGI dengan tujuan mengetahui bagaimana kesiapan sekolah dalam menghadapi kenormalan baru seandainya sekolah dibuka kembali.

Anjuran Dokter Bagi Para Pendaki yang Sudah Tidak Sabar Menjamah Gunung

Sempat Panik, Kades Laki-laki di Blitar Akhirnya Bisa Bantu Persalinan Warganya di Jalan

Gadis 16 Tahun Artis TikTok Meninggal Dunia Diduga Bunuhdiri

Liverpool Juara Liga Inggris, Lampard Disebut Lebih Berjasa Bagi The Reds Dibanding Steven Gerard

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved