Berita Video
Video Wisata Air Owabong Purbalingga Gelar Simulasi New Normal
Wisata Air Owabong Purbalingga Gelar Simulasi New Normal, Wisatawan dari Luar Kota Turut Berdatangan, Sarwendra: Saya Takut Ada yang dari Luar Kota
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Abduh Imanulhaq
Antara lain harus diawali dengan simulasi atau latihan pelaksanaan protokol kesehatan.
Lalu mengantongi izin dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Selain itu, hanya destinasi wisata yang memiliki risiko rendah penularan yang bisa dibuka.
Misalnya, wisata alam yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan massa.
Bagaimana dengan kolam renang dan wisata air?
Sinoeng menyatakan wisata air masih memiliki potensi tinggi penularan.
"Untuk destinasi air, secara spesifik dilarang buka."
"Lantaran, dianggap terlalu berisiko dan bisa menjadi klaster penularan Covid-19," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (19/6/2020).
Meskipun klorin di kolam renang dinilai bisa menonaktifkan atau mematikan virus, sehingga tidak ada penularan melalui air, namun tetap saja dikhawatirkan menimbulkan kerumunan dan meningkatkan risiko.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Bidang SDM dan Ekonomi Kreatif Disporapar Jateng, Trenggono.
Menurutnya, larangan dioperasionalkannya kolam renang atau wisata air juga tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) nomor 2 /2020 terkait pedoman beraktivitas menuju new normal.
"Untuk kolam renang, sesuai dengan instruksi pemerintah, diharapkan jangan dulu (dibuka)," tandasnya.
Larangan tersebut juga berlaku pada kolam renang yang ada di dalam dan menjadi fasilitas hotel. Sehingga, ia meminta agar pengelola hotel tidak membuka spot kolam renang terlebih dahulu. (*)