Teror Virus Corona

193 Kasus Baru dalam 3 Hari, Jelang PKM III Berakhir Kasus Positif Covid-19 di Semarang Melonjak

193 Kasus Baru dalam 3 Hari, Jelang PKM Berakhir Kasus Positif Covid-19 di Semarang Melonjak

KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, mengatakan 193 kasus baru Covid-19 yang ditemukan di Semarng, mayoritas dari klaster tenaga kesehatan (nakes). 

Ada 193 kasus baru yang ditemukan di Semarang dalam tiga hari. Lonjakan tersebut diketahui berasal dari penemuan klaster penularan baru dari kalangan tenaga kesehatan.

TRIBUNJBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) Kota Semarang jilid III akan berakhir pada 21 Juni 2020.

Jelang berakhirnya PKM, kasus positif Covid-19 di Kota Semarang justru melonjak tajam, dalam tiga hari terkahir.

Tercatat, ada 193 kasus baru positif corona di Kota Semarang dalam kurn waktu tiga hari terakhir.

Dilansir dari laman siagacorona.semarangkota.go.id, pada Kamis (18/6/2020) jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Semarang berjumlah 219, jumlah itu meningkat jadi 374 pada Jumat (19/6/2020).

Dispopar Jateng: Wisata Air Masih Dilarang Buka Jelang New Normal, Sesuai Instruksi Gubernur

Cara Mudah Cek Kepesertaan Bansos Covid-19 Melalui Aplikasi, Simak Petunjuk Berikut Ini

Wisata Air Owabong Purbalingga Gelar Simulasi New Normal, Sarwendra: Takut Ada yang dari Luar Kota

Resmi! Dieng Culture Festival 2020 Ditiadakan, Kades Dieng Kulon: Dukung Upaya Pemerintah

Pada (20/6/2020) 17.00 WIB, jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 412 orang.

Artinya, ada 193 kasus baru yang ditemukan di Semarang dalam tiga hari.

Lonjakan tersebut diketahui berasal dari penemuan klaster penularan baru dari kalangan tenaga kesehatan.

Sebelumnya di Semarang sudah ada beberapa klaster penularan Covid-19 di antaranya pasar tradisional, rusunawa, perbankan, toko swalayan, hingga klaster Balai Kota Semarang atau Pemkot Semarang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan dari hasil tes massal secara masif, penyumbang terbanyak dalam beberapa hari terakhir yakni dari kalangan tenaga kesehatan.

"Tenaga kesehatan itu berasal dari beberapa rumah sakit baik milik Pemkot Semarang seperti puskesmas maupun nakes dari rumah sakit rujukan."

"Mereka sebagian sudah dikarantina di rumah dinas dan diklat," kata Wali Kota yang akrab disapa Hendi kepada wartawan, Sabtu (20/6/2020).

Lebih lanjut, Hendi menyebut jumlah nakes yang tertular positif Covid-19 tersebut diketahui mencapai sebanyak 63 orang.

"Nakes yang di tempat kita ada 35 orang. Sedangkan nakes yang dari luar rumah sakit ada sekitar 28 orang," jelasnya.

Selain dari klaster tenaga kesehatan, lanjut Hendi, lonjakan kasus di Semarang juga ada penambahan kasus positif Covid-19 yang berasal dari hasil penelusuran klaster pasar tradisional.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved