Breaking News:

Berita Jateng

Kasus Narkoba Jateng Meningkat di Tengah Wabah Virus Corona

Menurutnya, tingginya angka kasus narkoba di tengah pandemi virus corona lantaran adanya supply atau penawaran dan demand atau permintaan.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Rival Almanaf
Tribunjabar.id/fauzi noviandi
Ilustrasi : Bareskrim Mabes Polri berhasil menggagalkan peredaran narkoba jaringan internasional. Sebanyak 402,3 Kilogram sabu kawasan perumahan elit Taman Anggrek, Jalan Miltonia D7 Nomor 12, RT01/25 Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Kamis (4/6/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Pol Benny Gunawan menyebut, pandemi virus corona menjadi satu di antara penyebab tingginya kasus narkoba.

Menurutnya, tingginya angka kasus narkoba di tengah pandemi virus corona lantaran adanya supply atau penawaran dan demand atau permintaan.

"Kalau merujuk pada suatu teori tentang adanya narkoba adalah terjadi antara supply dan demand, tahu supply itu pengiriman berkaitan dengan faktor ekonomi, sementara demand itu penerima," ujar Brigjen Pol Benny, Selasa (9/6/2020).

Warga Bawa Paku Sendiri untuk Alat Coblos Jadi Alternatif saat Pilkada di Jateng di Tengah Pandemi

Gereja-gereja di Banyumas Bersiap New Normal, Penyemprotan Disinfektan Setiap Dua Hari Sekali

Lantaran Emosi Ibunya Ditagih Hutang, Pemuda di Banyumas Lakukan Pembacokan

Pasien Positif Covid-19 Meninggal Dunia di Banyumas Bertambah, Simak Update Virus Corona Hari Ini

Menurut dia, adanya pandemi virus corona ini berimbas pada stres."

"Sehingga, pelampiasannya dengan mengonsumsi obat-obat terlarang."

"Sementara satu pihak atau pengedar karena faktor ekonomi. Hal inilah yang kemudian pengedar mencoba meraup ceruk dengan mencari pasar. "Kira-kira itu menurut saya," tandas dia.

Pihaknya sampai saat ini telah menangani 16 kasus narkoba.

Jumlah ini dinilai Benny lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya meski dia tidak menyebut angka kasus tahun lalu.

"Untuk tahun ini yang diungkap BNNP Jawa Tengah saja sudah mengungkap 16 kasus."

"Masih di bulan Juni. Padahal satu tahun 12 bulan. Dibandingkan dengan situasi sekarang, ini tentu mengalami peningkatan yang signifikan," kata Benny.

Kisah Cinta Mbah Gambreng, Nenek Berusia 65 Tahun Menikahi Berondong 25 Tahun

Potensi Hujan Lokal di Kabupaten Pekalongan, Simak Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini, Selasa 9 Juni

Bocah 5 Tahun Dicabuli Pemilik Tempat Penitipan Anak, Orangtua Ditawari Uang Damai

Viral Keluarga Jenazah Pasien Covid-19 di Surabaya Bawa Pulang Paksa Jasad dan Kasur Rumah Sakit

Meski begitu, pihaknya masih terus melakukan sosialisasi akan bahaya narkotika. Di tengah pandemi, sosialisasi sedikit terhambat.

Pihaknya hanya mengandalkan sosialisasi via digital.

"Yang selama ini pencegahan yang kami lakukan melalui online, kemudian postingan, kemudian virtual. Ya ini mungkin agak sulit bagi mereka di pedalaman, di perdesaan yang belum mengerti teknologi," ucapnya.

Benny juga berharap kepada seluruh elemen masyarakat supaya menginformasikan kepada pihaknya atau kepolisian terdekat manakala terdapat info penting perihal narkotika. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved