Timnas Indonesia

Sempat Berpikir Mudah, Shin Tae-yong Mengaku Kesulitan Melatih Timnas Indonesia

Sempat berpikir mudah, Shin Tae-yong mengaku kesuliltan untuk menangani Timnas Indonesia.

Editor: Rival Almanaf
Muhammad Alif Aziz Mardiansyah/BolaSport.com
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, usai memimpin sesi latihan anak-anak asuhnya di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2020). 

TRIBUNBANYUMAS.COM - Sempat berpikir mudah, Shin Tae-yong mengaku kesuliltan untuk menangani Timnas Indonesia.

Seperti yang diketahui, Shin Tae-yong diberikan tugas oleh PSSI untuk mengampu tiga timnas sekaligus.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut diperikan kepercayaan untuk menahkodai timnas senior dan ketogori umur, yakni Timnas U23 dan Timnas U19.

Saat ini, Shin memiliki dua tugas ganda di timnas, yakni kelompok U19 dan senior.

Khusus timnas senior, Shin akan melanjutkan laju tim Merah-Putih di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Peti Mati Jenazah Covid-19 Terjatuh ke Liang Lahat, Tim Gugus Tugas Minta Maaf

Kisah Pilu Warga Surabaya, Ayah, Ibu, dan Kakak Meninggal Dalam Waktu Bersamaan Sebagai PDP Covid-19

Shalat Jumat di Masjid Sudah Diperbolehkan, Begini 9 Protokol Kesehatan yang Harus Ditaati

Positif Covid-19 di Semarang Tembus 143 Orang Setelah 2 Tahap PKM, Waktunya PSBB Atau New Normal?

Sedangkan untuk Timnas U19, pelatih Korsel memiliki tugas untuk membawa tim besutannya berlaga di dua event besar sekaligus.

Yakni Piala Asia U-19 2020 maupun Piala Dunia U-20 2021.

Adapun untuk Timnas U23, Shin tidak memiliki kejuaraan resmi dalam waktu dekat.

Shin Tae-yong sendiri mengaku bahwa menangani Timnas Indonesia lebih sulit dari yang diperkirakan.

Bahkan secara terang-terangan ia mengaku kerepotan mengampu tim Merah Putih.

Masalahnya bukan terletak pada kualitas skuat yang dimiliki, melainkan membentuk gaya permainan yang menjadi kendala.

Bukan menjadi rahasia lagi, pelatih asal Korsel pernah mengungkapkan titik lemah timnas Garuda.

Masalah yang hingga saat ini coba diatasi oleh Shin Tae-yong ialah kondisi fisik pemain yang terlalu 'lembek'.

Menurutnya, Shin mengaku lebih mudah untuk mengembangkan skuat muda ketimbang membangun kembali skuat yang tersedia.

"Awalnya saya kira tidak terlalu sulit (menangani tiga timnas). Namun, ternyata lebih sulit ketika sudah mengumpulkan pemain," ucap Shin, dilansir dari laman Kompas.com.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved